Mataram, NTB |Mandalika Today – Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terima audiensi dari Aliansi Non Government Organisation (NGO) Lombok Tengah terkait kualitas pelayanannya kepada Masyarakat, Senin (03/06/2024).
Audiensi yang dilaksanakan di Aula Dinas Peternakan tersebut dimulai dari penyampaian maksud dan tujuan oleh El Jalaludin ketua Pedatu Lombok selaku koordinator Aliansi NGO saat itu.
Rum Datu Daha dari LSM Deklarasi mendapat giliran pertama menyampaikan maksud dan tujuan hearing atau audiensinya.
“Kehadiran kami sesuai surat kami maslah pelayanan yang menurut kami sangat lambat dalam hal ini pelayanan rekom ternak ini,”Kata Rum.
“Dengan keterlambatan rekom ini banyak pengusaha ternak ini mengalami kerugian karena biaya membengkak, karena di daerah penerimaan itu pengurusan 1 hari jadi tapi di NTB ini kok lambat,”sambung Agus Sukandi saat gilirannya.
“Kami beberapa kali mengalami pelayanan yang berbelit-belit kami rasa, jadi mohon kiranya pengusaha lokal ini bisa dipercepat,”ujar Alus Darmiah G yang mendapat giliran ketiga menyampaikan.
Selanjutnya Akhzan Farid yang selaku pelaku usaha dan sering mendapati keterlambatan dalam pengurusan rekom ternak menjabarkan pengalamannya saat mengurus rekom ternak yang akan dikirim ke Sulawesi.
“Saya selaku penyambung tangan perusahaan jadi saya ngurus banyak perusahaan dalam mendapatkan rekom, tapi dari pengalaman yang saya dapatkan terkesan agak sulit sementara perusahaan lain yang kebetulan samaan ngurus rekom ada yang cepat jadi, jadi dari keterlambatan yang kami alami biaya pemeliharaan hewan ternak membengkak,”jabar Farid sapaan akrabnya.

Sementara Muhamad Riadi selaku Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTB menegaskan bahwasanya tidak ada niatan memperlambat atau mempercepat pelayanan, semua berdasarkan Setandar Operasional Pelayanan (SOP) yang ada, setiap pengajuan rekom yang masuk dilakukan cross check dan penelitian sehingga praktik kecurangan bisa dihindari.
“Tidak ada satu niatpun dinas peternakan mau mempercepat dan memperlambat peroses pelayanan sesuai SOP kami, mestinya para pelaku usaha ini yang profesional tentunya bisa mempertimbangkan waktu pengajuan rekom jangan sampai detik terakhir dan mendekati hari libur, karena kami tidak mungkin kerja 24 jam untuk Crosscheck rekom yang masuk,”Muhammad Riadi kadis Peternakan
Menurut Kadis dalam memberikan disposisi rekom butuh waktu untuk mengecek semua berkas untuk menghindari adanya pemalsuan data dan lain sebagainya.
“Karena kami sering menemukan saat kita cek ke daerah tujuan ternyata berbeda dengan berkas yang diajukan, “tambah kadis
Ditambahkan lagi oleh H Malik sekdis peternakan, terkait keritikan dan saran yang disampaikan teman Aliansi NGO akan ditampung dan dijadikan bahan evaluasi kedepannya.
“Saya yakin kita ini semua berniat baik untuk kemajuan NTB, jadi semua keritik dan saran kami tampung untuk dijadikan bahan evaluasi internal kami kedepannya.,”ungkap Sekdis.
MT02









