Lokakarya Penguatan Kelembagaan dan Penyusunan Renstra Desa Eko Eduwisata Pemepek
Mandalikatoday-Pemepek — Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan serta merumuskan arah pembangunan berkelanjutan, Desa Eko Eduwisata Pemepek, Kecamatan Pringgerata, Kabupaten Lombok Tengah, menggelar Lokakarya Penguatan Kelembagaan dan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) pada Senin, 9 Februari 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Koperasi Syariah Wana Makmur Lestari bekerja sama dengan Yayasan KEHATI Indonesia, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pengelolaan desa berbasis ekologi, ekonomi kerakyatan, dan kolaborasi multipihak.
Kegiatan lokakarya ini diikuti oleh berbagai unsur strategis, antara lain Pemerintah Desa Pemepek, kelompok tani, kelompok wanita tani, pengurus Eko Eduwisata, pengurus Pokdarwis, perwakilan Bapperida Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Koperasi Lombok Tengah, perwakilan KHDTK, serta KLiK Foundation. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Manager Program Ekosistem Pertanian Yayasan Kenanekaraganan Hayati Indonesia (KEHATI) Puji Sumedi dalam sambutan menyampaikan “Lokakarya ini menjadi ruang bagi warga di Desa Pemepek untuk merencanakan bersama pengembangan eko eduwisata desanya dengan memanfaatkan potensi lokal secara partisipatif. Sejak Tahun 2016 KEHATI dengan dukungan CIMB Niaga bekerjasama dengan. Koperasi Wanna Makmur Lestari Dan BPHL IX meningkatkan vegetasi Bambu di kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus Hutan rarung yang masih terjaga. Selain konservasi juga peningkatan kapasitas kelompok anggota koperasi Dan kelompok wanita tani dalam pemanfaatan hasil Hutan bukan kayu. Mulai kedepan berpikir untuk pemanfaatan jasa lingkungan.
Sedangkan Ketua Koperasi Hardi dalam sambutannya menyampaikan “Dokumen Renstra Desa Eko Eduwisata Pemepek tersebut disusun secara kolaboratif bersama Yayasan Wisnu dan akademisi dari Universitas Udayana, guna memastikan perencanaan yang berbasis kajian ilmiah, kontekstual, dan berkelanjutan”.
Dalam forum lokakarya, peserta secara aktif terlibat dalam diskusi penguatan peran dan fungsi kelembagaan Eko Eduwisata, pemetaan potensi desa, identifikasi tantangan, serta penyusunan arah kebijakan dan program strategis yang akan dituangkan dalam dokumen Renstra. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman bersama dalam pengembangan Desa Eko Eduwisata Pemepek ke depan.
Perwakilan penyelenggara dalam hal ini yayasan wisnu menyampaikan” bahwa penyusunan Renstra berbasis partisipasi masyarakat merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan desa berjalan inklusif, terencana, dan selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan. Selain itu, penguatan kelembagaan dinilai krusial untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam menghadapi dinamika dan peluang sektor pariwisata berkelanjutan”
Melalui lokakarya ini, Desa Pemepek diharapkan mampu memiliki arah pembangunan yang jelas, kelembagaan yang solid, serta jejaring kemitraan yang kuat guna mewujudkan Eko Eduwisata sebagai penggerak ekonomi lokal yang tetap menjaga keseimbangan alam dan nilai-nilai sosial masyarakat.
(JB)









