Kisah Bayi Kayangan di Teras Sunyi ke Gendongan Ketua Bhayangkari Lotara. - Mandalikatoday




Home / Peristiwa

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:02 WIB

Kisah Bayi Kayangan di Teras Sunyi ke Gendongan Ketua Bhayangkari Lotara.

Kisah Bayi Kayangan di Teras Sunyi ke Gendongan Ketua Bhayangkari Lotara.

Mandalikatoday-Lombok Utara,(NTB) — Ia ditemukan di sebuah teras rumah warga di Dusun Pangguh Barat, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, dalam keadaan hidup namun rapuh. Seorang bayi perempuan, diperkirakan baru berusia lima hari, memulai hidupnya dalam sunyi pada Kamis (8/1/2026). Namun pada hari yang sama, ia juga menerima sesuatu yang tak ternilai: pelukan pertama yang penuh kasih.

Pelukan itu datang dari Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta.

Begitu menerima kabar tentang penemuan bayi tersebut, Ny. Heny segera menuju Puskesmas Kayangan bersama pengurus Bhayangkari setempat. Di ruang perawatan sederhana, ia menggendong bayi mungil itu cukup lama—tanpa seremoni, tanpa sorotan berlebihan. Hanya seorang ibu memeluk seorang anak yang baru saja diperkenalkan pada dunia dengan cara yang tak ramah.

Baca Juga :  Cek Kelengkapan Dokumen Kendaraan, Kodim Loteng Gelar Operasi Dadakan

“Setiap anak berhak dicintai, apa pun latar belakangnya,” ujar Ny. Heny dengan suara yang tertaha, jumat ( 9/1 )

Di tangannya, bayi itu tidak diperlakukan sebagai “kasus” atau “temuan”, melainkan sebagai seorang anak—utuh, bermartabat, dan berhak atas masa depan. Ny. Heny pun tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa perlengkapan kebutuhan bayi, mulai dari pakaian, selimut, hingga perlengkapan dasar lainnya.

Baginya, empati tidak boleh berhenti pada rasa iba, tetapi harus hadir dalam bentuk tindakan nyata.

Baca Juga :  Respon Cepat Polsek Bayan Bersama Warga Evakuasi Korban Di Tanam Nasional Gunung Rinjani

“Kita tidak pernah tahu seberapa panjang luka yang sudah ia bawa. Tapi kita bisa memastikan, ia tidak perlu menambah luka baru,” katanya.

Kehadiran Ketua Bhayangkari itu menjadi penanda bahwa negara dan masyarakat tidak berpaling dari nasib bayi tersebut. Setelah mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Kayangan, bayi itu kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lombok Utara untuk dirujuk ke RSUP di Kota Mataram guna mendapatkan perawatan lanjutan.

Ny. Heny memastikan Bhayangkari akan terus mengawal sisi kemanusiaan dari peristiwa ini.

“Anak ini bukan hanya tanggung jawab satu institusi. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Resmikan Pos Terpadu, Direktur Polairud NTB Bawa Bantuan dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Pesisir

Di balik peristiwa itu, Ny. Heny juga menyampaikan pesan moral yang lebih luas kepada para perempuan dan para ibu di Lombok Utara.

“Dalam kondisi apa pun, jangan pernah merasa sendirian. Selalu ada jalan, selalu ada yang bisa membantu. Jangan korbankan masa depan seorang anak,” katanya.

Bayi kecil itu memulai hidupnya dari sebuah teras yang sunyi. Namun hari itu, di gendongan Ketua Bhayangkari, ia juga memulai hidupnya dengan sesuatu yang jauh lebih penting: keyakinan bahwa ia tidak sendirian di dunia ini.

(Jb)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

BGN: Korban Penipuan Program Makan Bergizi Segera Lapor Polisi

Peristiwa

Poltekpar Lombok Fasilitasi 30 Peserta Utusan dari Seluruh Dinas pariwisata di NTB Ikut Pendidikan dan Pelatihan Teknis Parekraf Dasar Berbasis Kompetensi

Peristiwa

Ketua Bhayangkari Lotara: Ny. Heny Agus Purwanta Tegaskan Festival Gili 2025 Jadi Etalase Budaya dan Ajak Masyarakat Rawat Tradisi Rebo Bontong

Headline

Wakapolres Loteng Hadiri Acara Halal Bihalal di Ponpes Nurul Ijtihad Al-Ma’rif NU Lanser

Peristiwa

Respon Cepat Polres Lombok Utara Kolaborasi Dengan Basarnas Dan Tim Berhasail Evakuasi Korban Laka Laut

Peristiwa

Ciptakan Kamtibmas di NTB, Irjen Pol. R. Umar Farok: Butuh Dukungan Stakeholder dan Lapisan Masyarakat

Peristiwa

Polsek Kopang Serahkan Anak Yang Sempat Dilaporkan Hilang

Peristiwa

Jelang WWF Ke – 10 Di Bali, Polres Loteng Intensifkan Patroli KRYD