Bupati Lobar Omon Omon Janji Akan Tutup Kafe Ilegal di Jagarage Kuripan Kembali Memakan Korban. - Mandalikatoday




Home / Peristiwa

Rabu, 8 April 2026 - 18:43 WIB

Bupati Lobar Omon Omon Janji Akan Tutup Kafe Ilegal di Jagarage Kuripan Kembali Memakan Korban.

Bupati Lobar Omon Omon Janji Akan Tutup Kafe Ilegal di Jagarage Kuripan Kembali Memakan Korban.

 

Manfalikatoday-Lombok Barat ,(NTB) – Kasus penganiayaan terhadap seorang mahasiswi berinisial EJ (35) di Kafe Widuri, Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, kembali menyorot maraknya kafe ilegal yang diduga menjadi sarang kriminalitas dan narkotika. Korban yang juga bekerja sebagai pemandu lagu atau partner song (PS) dianiaya pelanggan berinisial FA (36) asal Lombok Tengah pada sekitar pukul 21.00 WITA.

Berdasarkan keterangan warga setempat insiden diduga dipicu pengaruh minuman keras. FA memukuli EJ hingga wajah korban lebam. Kasus tersebut terjadi di Dusun Tambang Eleh dan telah diselesaikan secara damai di Polsek Kuripan.

Baca Juga :  Polres Loteng Salurkan Air Bersih Kepada Masyarakat Desa Puyung Kecamatan Jonggat Yang Terdampak Kekeringan

Meski berakhir damai, kasus ini menuai kritik tajam. Direktur PF4 NTB, Lalu Habib, menilai kejadian tersebut bukan yang pertama dan menunjukkan kegagalan Pemda Lombok Barat menangani kafe ilegal.

“Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat hanya omon omon mau menutup kafe ilegal,” tegas Lalu Habib, Rabu (8/4/2026). Ia menyebut janji penutupan sudah berulang kali disampaikan ke media, namun hingga kini kafe-kafe tersebut masih beroperasi bebas.

Desakan Penindakan Tegas

Lalu Habib mendesak Pemda Lombok Barat segera menutup kafe-kafe ilegal. Menurutnya, tempat-tempat tersebut kerap menjadi pemicu tindak kriminal akibat peredaran narkoba, miras ilegal, mulai dari penganiayaan, tawuran, hingga kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak muda.

Baca Juga :  Polda NTB Ingatkan Dishub Soal Shuttle Bus Jangan Sampai Ada Penonton Tak Terangkut

“Pola ini berulang setiap tahun. Lombok Barat jadi salah satu titik rawan kasus pidana terkait alkohol di NTB. Kalau dibiarkan, moral generasi muda yang jadi korban,” ujarnya.

Data dari tahun-tahun sebelumnya mencatat ratusan kasus pidana terkait konsumsi alkohol di NTB, dengan Lombok Barat sebagai salah satu daerah dengan angka kejadian cukup tinggi.

Tuntutan Akuntabilitas Pemimpin Daerah

Aktivis dan warga meminta Pemda Lobar tidak hanya mengeluarkan pernyataan di media. Mereka menuntut aksi nyata berupa razia massal, pencabutan izin usaha yang melanggar, serta sanksi tegas bagi aparat yang diduga melakukan pembiaran.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Desa Aik Bukak, Belasan Rumah Warga Rusak

“Pemimpin Lombok Barat harus bertanggung jawab. Kalau tidak ada tindakan, rakyat berhak menuntut akuntabilitas lewat jalur hukum maupun pemilu,” kata Lalu Habib.

Kasat Polpp Lombok Barat yang dikonfirmasi melalui whastaap hanya membaca pertanyaan wartawan tanpa memberikan keterangan alias bungkam

Sedangkan Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Lombok Barat terkait desakan penutupan kafe ilegal pasca kejadian di Kafe Widuri.

(JB)

Share :

Baca Juga

Budaya

Gubernur Hadiri Peletakan Batu Pembangunan Masjid Nurul Huda Jango Selatan, Bang Zul : Pemimpin Harus Rela Berkorban untuk Masyarakat

Peristiwa

Polda NTB Siapkan Pengamanan Muktamar KAMMI XIII

Peristiwa

Tuan Rumah FORNAS 2025, NTB Siap Jadi Tujuan Wisata Keluarga Dunia

Peristiwa

Bule Irlandia Ditemukan Tewas di Perairan Gili Trawangan

Peristiwa

Polda NTB Gelar Rapat Koordinasi Bersama ITDC dan MGPA Bahas Kesiapan ARRC MotoGP Mandalika 2025

Peristiwa

Kapolda NTB Letakkan Batu Pertama SPPG Polres Loteng, Wujud Polisi Peduli Gizi

Peristiwa

Kasus Dugaan Intimidasi Wartawan di Loteng, Pelapor Akui Tak Pernah Terima SP2HP.

Peristiwa

Halal Bi Halal Pimpinan DPRD Bersama Media Patner dan Kepala Daerah Kabupaten Lombok Tengah 27 April 2024.