Lombok Tengah, 24 Juni 2026 – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Desa Jago, yang mencakup Jago Daye, Jago Lauk, dan Jago Timuk. Di tengah dinamika pembangunan desa yang terus berjalan, sebuah harapan baru muncul dari sanubari warga yang merindukan perubahan mendasar pada fungsi keterwakilan mereka di tingkat pemerintahan desa.
Langkah nyata ini diinisiasi oleh Muhammad Azri, seorang tokoh pemuda setempat yang secara resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai Calon Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jago.
Pencalonan Muhammad Azri bukanlah sekadar ajang perebutan kursi keterwakilan, melainkan sebuah panggilan jiwa untuk membenahi dan mengembalikan fungsi hakiki BPD.
Selama ini, sebagian warga merasakan adanya jarak komunikasi; fungsi BPD yang seharusnya menjadi jembatan hidup, tempat mengadu, sekaligus pengawal kebijakan desa terkesan kurang maksimal dalam mendengarkan keluh kesah masyarakat di tingkat bawah. Berangkat dari kegelisahan mendalam itu, dengan mengusung visi besar “Kawal Transparansi, Wujudkan Desa Mandiri,” ia hadir membawa komitmen penuh kejujuran.
BPD sejatinya adalah lembaga yang memiliki mandat penting untuk mengawasi kinerja Pemerintah Desa dan memastikan setiap rupiah anggaran desa dialokasikan demi kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan segelintir pihak.
Melalui momentum pemilihan ini, Muhammad Azri ingin memberikan pemahaman dasar kepada warga bahwa suara yang mereka titipkan di bilik suara kelak adalah mandat mutlak untuk memperbaiki sistem pengawasan tersebut.
”BPD adalah telinga dan lidah bapak-ibu sekalian. Jika BPD-nya diam, maka aspirasi warga Jago Daye, Jago Lauk, dan Jago Timuk akan senyap di ruang sidang desa. Saya berdiri di sini bukan untuk dilayani, melainkan untuk memastikan bahwa setiap keluhan, setiap tetes keringat, dan setiap harapan warga didengar, dikawal, dan diwujudkan dalam program desa yang nyata,” ujar Muhammad Azri dengan penuh ketulusan Rabu, (24/06/2026).
Sebagai wujud nyata dari komitmennya, pria berperawakan bersahaja yang tampil rapi berwibawa dengan jas hitam dan peci merah ini merumuskan empat pilar perjuangan utama yang akan menjadi kompas moralnya saat terpilih nanti:
- Mengutamakan Amanah & Integritas: Menaruh kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta menjaga kejujuran sejak hari pertama menjabat.
- Transparan dalam Kelola Desa: Membuka akses informasi bagi warga mengenai anggaran, rencana pembangunan, dan realisasi program desa secara terbuka tanpa ada yang ditutupi.
- Aspiratif & Responsif untuk Masyarakat: Menyediakan ruang komunikasi dua arah yang aktif, siap menerima kritik, saran, serta bergerak cepat merespons aduan warga Dapil 1.
- Bersinergi untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan: Menjalin kerja sama yang harmonis dengan Pemerintah Desa guna melahirkan kebijakan jangka panjang yang mandiri dan berpihak pada rakyat.
Melalui momentum ini, Muhammad Azri menyampaikan permohonan doa restu dan dukungan tulus dari seluruh elemen masyarakat di Jago Daye, Jago Lauk, dan Jago Timuk. Kehadirannya adalah sebuah ikhtiar bersama untuk membongkar sumbatan komunikasi dan memastikan hak-hak warga terjaga dengan adil.
Mari bersama-sama kita rapatkan barisan, satukan tekad pada pemilihan mendatang. Karena sebuah desa yang mandiri hanya akan lahir dari keterbukaan, pengawasan yang berintegritas, dan hati pemimpin yang tulus mendengarkan rakyatnya.









