Kebakaran di Sade Pemkab Loteng Jamin Kesehatan dan Kebutuhan Warga. - Mandalikatoday




Home / Peristiwa

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:01 WIB

Kebakaran di Sade Pemkab Loteng Jamin Kesehatan dan Kebutuhan Warga.

Kebakaran di Sade Pemkab Loteng Jamin Kesehatan dan Kebutuhan Warga.

 

Mandalikatoday-Lombok Tengah,(NTB) — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai memetakan kebutuhan warga terdampak kebakaran di Desa Wisata Sade, Kecamatan Pujut, untuk memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat tetap terjamin dalam beberapa hari ke depan

Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, mengatakan tiga hingga empat hari pertama pascakebakaran menjadi masa krusial yang harus mendapat perhatian serius, terutama terkait kondisi kesehatan warga yang kini berada di lokasi pengungsian.Pemerintah Pusat & Daerah

Yang menjadi kebutuhan-kebutuhan keluarga kita, masyarakat kita, sampai kita bicarakan dengan trauma healing dan lain sebagainya. Nah, kebutuhan-kebutuhan itu sedang kita kumpulkan,” ujarnya usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh jajaran di Kantor Desa Rembutan, Minggu.

Menurutnya, pemerintah tengah menginventarisasi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari makanan hingga kebutuhan sehari-hari untuk beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Polres Lombok Tengah Tutup Mata Kasus Dugaan Korupsi DD - ADD 2019-2020 Desa Barajulat.

Ia menegaskan aspek kesehatan harus menjadi perhatian utama. Berdasarkan pengalaman penanganan bencana sebelumnya, sejumlah gangguan kesehatan seperti sakit perut dan muntaber berpotensi muncul setelah beberapa hari warga berada di tempat pengungsian.

“Tiga empat hari ini adalah waktu yang harus dijaga, kesehatannya terutama. Pengalaman kita dua tiga hari ke depan itu terjadi macam-macam penyakit, sakit perut, muntaber. Ini pengalaman-pengalaman kita terdahulu. Maka semua itu harus diantisipasi,” kata Bupati sambil jalan kaki menuju lokasi kebakaran.

Untuk memastikan kondisi warga, petugas kesehatan telah diturunkan dan diminta melakukan pemantauan langsung ke rumah-rumah penduduk serta lokasi warga terdampak.

“Tim kesehatan sudah turun. Bahkan kami suruh keliling ke rumah-rumah penduduk, tempat masyarakat kita yang ada saat ini,” ujarnya.

Terkait tempat pengungsian, Pathul menyebut tenda untuk warga terdampak telah tersedia. Namun, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi hunian warga di sekitar lokasi agar penempatan pengungsi dapat dilakukan secara layak.

Baca Juga :  Polres Lombok Utara Gelar Upacara Perabuan

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga, pemerintah mulai mengoperasikan dapur umum di lapangan desa. Fasilitas tersebut juga akan didukung dengan ketersediaan stok logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dapur umumnya nanti ada di lapangan desa. Itu akan dimanfaatkan sebagai tempat stok logistik. Ini sudah mulai. Sekarang ini mau dropping beras, dropping macam-macam,” katanya.

Selain pemerintah daerah, pihak terkait juga disebut turut memberikan dukungan berupa penyediaan makanan bagi masyarakat terdampak selama beberapa hari ke depan.

Pathul juga menyoroti kondisi permukiman tradisional Sade yang memiliki karakter bangunan dan tata ruang cukup rapat. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman ketika kebakaran terjadi.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Desa Aik Bukak, Belasan Rumah Warga Rusak

Menurutnya, akses kendaraan pemadam kebakaran menuju kawasan permukiman cukup sulit karena keberadaan rumah-rumah penduduk yang telah berdiri sejak lama.

“Untuk masuk pemadam kebakaran ke dalam kan susah sekali. Kenapa? Karena rumah penduduk yang dari zaman dulu itu,” jelasnya

Atas kejadian tersebut, Pathul mengajak masyarakat melakukan evaluasi terhadap pola pembangunan ke depan, tanpa menghilangkan karakter budaya yang menjadi identitas Desa Wisata Sade.

Ia menilai aspek keselamatan dan mitigasi bencana harus ikut diperhitungkan ketika mempertahankan konsep bangunan tradisional.

“Kita harus semua terpikirkan dan harus diantisipasi. Ujian ini tentu menjadi referensi kita bahwa ikhtiar membangun sesuatu itu juga harus dipikirkan. Apakah hari ini jerami, ilalang, lalu kemudian besok pakai ilalang lagi. Ini penting untuk kita diskusi-diskusi lebih jauh,” tandasnya.

(JB)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pedagang Kaki Lima Diusir, Aliansi PemudaToaq Menentang Wakil Bupati Loteng.

Headline

Kebakaran Rumah Panggung di Labuan Lombok, Tim Damkar Bergerak Cepat Padamkan Api

Peristiwa

Prajurit Denma dan Yon 875 di Bawah Pimpinan Kasi Ter Brigif Bergerak Cepat Bantu Korban Puting Beliung

Peristiwa

Tambang Emas Ilegal Bukit Dundang Diduga Dilindungi BKSDA dan APH, Kawasan Konservasi Negara Dikapitalisasi, Lidik NTB Minta Tambang di Tutup.

Peristiwa

Kapolda NTB Keluarkan Maklumat Tegaskan Keamanan dan Ketertiban dalam Perhelatan MotoGP 2023 Di Kek Mandalika

Peristiwa

Babinsa Pengenjek Bantu Proses Mediasi Permasalahan Pernikahan Usia Dini di Desa Pengenjek

Peristiwa

Desa Pajangan Pacu Kemandirian Ekonomi Lewat Bumdes dan Kopdes, Petani Mulai Didorong Gunakan Alsintan

Peristiwa

Jelang WWF ke-10 di Bali Polres Lombok Utara Gelar Latpraops Secara Virtual