Pantai Induk Reborn Tema FGD Magister Kepariwisatan Universitas Mataram
Mandalikatoday-Mataram,(NTB) – KBRN Lombok Barat, Pantai Induk Reborn menjadi tema Focus Group Discusion (FGD) mahasiswa semester II Program Studi Magister Perencanaan Kepariwisataan Pascasarjana Universitas Mataram, Rabu (11/10/2023) di Pantai Induk, Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
FGD Prodi Magister Perencanaan Kepariwisataan Pascasarjana Universitas Mataram mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Dinas Pariwisata Lombok Barat. Kedua pihak sepakat ingin mengembalikan popularitas Pantai Induk di mata Masyarakat. Memori kolektif tahun 80an, dan 90an terhadap Pantai Induk dipercaya mampu menciptakan strategi kepariwisataan berkelanjutan.
FGD meminta pendapat akademisi Universitas Mataram, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB dan Lombok Barat. Perangakat aparatur desa, akademisi Politeknik Pariwisata Lombok (Poltekpar) Lombok, PLTU Jeranjang, organisasi pariwisata pariwisata, warga Dusun Taman Ayu, TVRI, RRI. FGD merupakan salah satu cara menyusun kepariwisataan berkelanjutan bagi Pantai Induk.
Beragam pendapat disampaikan tamu undangan FGD. Mulai dari dukungan politik terhadap Pantai Induk hingga potensi ekonomi yang dapat diwujudkan. Termasuk tantangan maupun hambatan yang dihadapai Pantai Induk. Mulai dari persoalan lingkungan hingga dukungan pemerintah provinsi kepada pemerintah daerah.
Kepala Desa Kebun Ayu, Tajudin, mengatakan, untuk mengatasi persoalan yang tengah dihadapai, pemerintahan Desa Kebun Ayu membutuhkan bantuan Badan Usaha Milik Negara. Bantuan tersebut bisa melalui dana tanggung jawab sosial Perusahaan. Oleh desa akan digunakan untuk membangun infastruktur yang rusak dan pelatihan bagi Masyarakat yang akan mengelola objek wisata Pantai Induk.
Menurut Tajudin, perubahan sikap diperlukan Ketika kondisi alam Pantai Induk berubah. Induk saat ini menghadapi erosi yang sangat serius. Kondisi lingkungan itu menuntut adanya perubahan cara pandang terhadap Pantai Induk. Selain membutuhkan strategi yang tepat, juga harus beriorientasi pada warga-nelayan di bibir Pantai.
FGD dibuka Direktur Prodi Magister Perencanaan Kepariwisataan Pascasarjana Universitas Mataram Prof. Ir. H. M. Sarjan, Ph.D. Dalam penyampaiannya menekankan pentingnya sebuah inovasi di bidang kepariwisataan. Termasuk tekad mengembalikan popularitas objek wisata yang pernah terjadi. Berbekal pengalaman cerita di masa lampau mampu menyusun perta jalan bagi pagi wisata Pantai Induk.
Hadir dalam FGD, Dr. Sri Susanty, SST, Par., M.Par. (konsultan pariwisata), Dr. Lalu Furkan, MM (Ketua D3 Pariwisata Universitas Mataram).
MT-01








