Ketua Bhayangkari Lotara Monitoring Kawal Mini Lokakarya Percepatan Penanganan Stunting & Tepat Sasaran. - Mandalikatoday




Home / Demo

Rabu, 16 Juli 2025 - 19:46 WIB

Ketua Bhayangkari Lotara Monitoring Kawal Mini Lokakarya Percepatan Penanganan Stunting & Tepat Sasaran.

Ketua Bhayangkari Lotara Monitoring Kawal Mini Lokakarya Percepatan Penanganan Stunting & Tepat Sasaran.

Mandalikatoday-Lombok Utara,(NTB) — Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menegaskan komitmennya mendukung percepatan penurunan angka stunting dengan turun langsung mendampingi Mini Lokakarya Stunting di Posyandu Jambu Mete, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Rabu 10/7/2025.

Mini lokakarya yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Utara bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ini menjadi ruang pertemuan lintas sektor — mulai dari puskesmas, bidan desa, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga kader PKK — untuk membahas langkah konkret percepatan penanganan stunting di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Ny. Heny menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremonial. Ia memanfaatkan momen ini untuk mendengar langsung persoalan di lapangan dan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Secara pribadi saya sangat bersyukur diberi kesempatan mendampingi kegiatan seperti ini. Saya bangga Bhayangkari bisa dilibatkan dalam program yang berdampak langsung pada masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Loteng Terjunkan 350 Personel Untuk Amankan Libur Lebaran Ketupat.

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Lombok Utara, jumlah balita stunting di kabupaten ini masih tercatat sebanyak 2.941 anak atau sekitar 13,51 persen dari total 21.980 balita. Angka tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama yang tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah.

Sebagai langkah nyata, Bhayangkari Cabang Lombok Utara di bawah kepemimpinan Ny. Heny secara rutin mendistribusikan puluhan liter susu segar, telur rebus, hingga bubur balita kepada anak-anak stunting dan kelompok rentan di berbagai desa.

“Saya lebih memilih memberikan contoh langsung. Susu, telur, dan bubur balita kami bawa sendiri ke posyandu. Bahkan saya tidak segan menyuapi anak-anak stunting di hadapan orang tua mereka. Ini cara saya menanamkan sugesti positif bahwa makan sehat harus dibiasakan perlahan dan konsisten,” katanya.

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi Kapolsek Kawasan Mandalika Sambangi Warga Kurang Mampu.

Menurutnya, bantuan berupa makanan sehat jauh lebih efektif daripada pemberian uang tunai yang sering kali tidak tepat sasaran bila tidak diiringi edukasi. Di lapangan, Ny. Heny mengaku menemukan berbagai persoalan yang kerap luput dari perhatian, seperti balita yang enggan makan akibat masalah gigi, hingga anak yang membawa jajanan tinggi gula ke posyandu.

“Kami juga mendapati masih ada orang tua yang belum sadar bahwa stunting adalah kondisi serius. Bahkan saya menemukan beberapa kader posyandu yang keluarganya sendiri terdeteksi memiliki balita stunting. Ini menjadi bahan evaluasi penting,” ungkapnya.

Selain intervensi langsung di posyandu, Bhayangkari mendukung pencegahan dari hulu melalui skrining pranikah, edukasi pernikahan pada usia ideal, serta pembinaan pola asuh dan makan sehat melalui seksi sosial yang membawahi program KB dan kesehatan anak.

Baca Juga :  Anggota Polsek Pemenang Berikan Pengamanan Kegiatan Jalan Santai

Ny. Heny menekankan, kunci keberhasilan penanganan stunting adalah kerja bersama lintas sektor. Ia yakin jika komitmen ini dijaga, angka stunting di Lombok Utara dapat ditekan secara signifikan.

“Stunting bisa diatasi kalau semua pihak mau bergerak. Orang tua harus peduli, remaja jangan menikah terlalu dini, kader harus lebih tanggap, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama. Jika ini konsisten, saya yakin zero stunting di Lombok Utara bukan sekadar harapan, tetapi sangat mungkin terwujud,” tegasnya.

Baginya, langkah kecil di posyandu adalah pijakan awal untuk membangun kesadaran bersama. Ia berharap semangat ini dapat menular ke seluruh lapisan masyarakat agar Lombok Utara benar-benar siap melahirkan generasi sehat dan bebas stunting.

(Jb)

Share :

Baca Juga

Demo

Momen Ramadhan, Sat Lantas Polres Sumbawa Bagikan Takjil Ke Pengendara

Demo

Bhakti Religi Hut Bhayangkara, Polres Loteng Sumbang 30 Sak Semen Untuk Masjid Di Desa Ketare.

Demo

‎Polsek Praya Barat Olah TKP Penemuan Jasad Bayi di Bendungan Batujai.

Demo

Pantai Cantik di Kota Mataram Jadi Sasaran Kegiatan Bersih Pantai

Demo

Pastikan Senpi Digunakan Sesuai SOP, Polres Bima Kota Riksa Senpi Seluruh Personil

Demo

Polres Loteng Tingkatkan Patroli Guna Cegah Kejahatan Jalanan Di KEK Mandalika.

Budaya

Bunda Niken Ajak TP-PKK Bandung Menikmati Eksotisme NTB

Demo

Pasca-Bencana, 21 Personel Brimob NTB Turun Bersihkan Sekolah di Aceh Tamiang