Pemilik Akun Facebook Temajong L AS Buka Suara, Ini Alasan Mengkritik Kadus
Mandalikatoday-Lombok Tengah,(NTB) – Konten kritik kebijakan kadus di media sosial, Lalu Muhamad Syukur 24 tahun warga dusun belong lauk desa Sukerara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB), pemilik akun Facebook Temajong L AS akhirnya buka suara. Ia membeberkan alasan dan motif dirinya membuat konten-konten yang mengkritisi kebijakan atau keputusan para oknum Kadus yang diduga tidak berpihak kepada warga miskin melalui akun Facebooknya. Akibat keberaniannya berujung ia dilaporkan ke Polisi oleh para Kadus yang menamakan dirinya dari Forum Kadus Lombok Tengah (2/1) dengan ancaman melanggar UU ITE. Terkait hal itu ia secara pulgar membeberkan ke beberapa awak media di rumah nya pada Rabu 3/1/2024.
“Menurut Lalu Muhamad Syukur, dirinya sangat prihatin, sebab sudah lama melihat, mendegar dan mengetahui tentang adanya dugaan beberapa warga miskin didesanya yang tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah, yang namanya bantuan PKH, BPNT, BLT-DD. yang dari semua bantuan itu sudah, tuturnya dengan nada kesal.
Ia melihat yang seharusnya warga miskin yang menerima bantuan, dan tidak menerima bantuan. Justru warga yang mampu secara ekonomi yang mendapatkan bantuan pemerintah.
Dan yang itu-itu saja orang yang mendapatkan bantuan tersebut. ‘Kalau tidak percaya mari kita buktikan dan kita temui warga-warga tersebut, tantangnya ke media.
“Lanjutnya, seharusnya yang mendapatkan bantuan yakni, orang orang jumpo, janda miskin, anak yatim atau warga miskin. Namun ironisnya orang yang mendapatkan bantuan yakni orang orang yang dikategorikan sehat atau mampu secara ekonomi, cetusnya
“Terkait hal itu, Lalu.Syukur pernah menyampaikan ke Kadus dan Desa, namun mendapatkan jawaban bahwa yang mendapatkan bantuan itu adalah sesuai data dari pemerintah pusat. Sehingga hal itulah yang membuat dirinya membuat konten-konten yang mengkritik Kadus. Sebab tidak mungkin pemerintah pusat akan mengetahui siapa dan dimana saja warga miskin atau mamapu yang berhak dan tidak berhak menerima bantuan, jikalau tidak ada data dari Kadus atau Desa.??
“Tidak mungkin pemerintah pusat
akan tau siapa rakyat miskin atau mampu, siapa yang berhak menerima atau tidak bantuan pemerintah. jika tidak ada data-data dari Kadus atau Desa,” Uangkap Lalu Syukur.
“Ia berharap dengan kejadian ini, para Kepala dusun dan Kades agar instrospeksi diri, memberikan kebijakan, keadilan dan pelayanan yang lebih baik lagi ke warganya. “karna Ia digaji oleh rakyat sebagai pelayan masyarakat bukan justru menjadi raja-raja Kecil di Desa,” katanya.
Dia juga menambahkan bahwa dirinya tidak akan gentar atau takut kepada siapapun yang akan menghalagi untuk menyuarakan selama yang dikritisinya benar, bahkan dia juga tidak akan berhenti mengkritisi kebijakan atau keputusan pemerintah dusun atau desa yang tidak berpihak kepada warga miskin,” Tegas Lalu Syukur.
“Sementara itu Kepala Desa Sukerara H. Saman Budi yang dikonfirmasi media baik melalui WhatsApp atau telephone, hingga berita ini dimuat belum memberikan keterangan nya.
MT-02









