Lombok Timur, NTB| Mandalika Today – Potret kemiskinan kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Lombok Timur. Kali ini terlihat di Dusun Rembige Desa Puncak Jeringo Kecamatan Suela, puluhan kepala keluarga bertahan hidup di rumah reyot yang nyaris ambruk.
Puluhan Rumah warga tersebut rata-rata bangunannya berkerangka kayu dan berdinding bilik bambu (pagar dari anyaman bambu), terlihat jauh dari kata layak dengan dinding yang bolong, lantai seadanya bahkan ada lantai tanah serta atap bocor membuat mereka kerap harus menumpang di tetangga yang memiliki rumah lebih bagus.
Dari penuturan salah satu tetangga dari pemilik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Nasrudin mengatakan tiang penyangga yang lapuk dimakan usia dan rayap pun menambah kekhawatiran akan robohnya bangunan tersebut sewaktu-waktu.
“Kalau hujan deras, masyarakat kami terpaksa ngungsi. Sudah bertahun-tahun mereka tinggal di sini, kondisi rumahnya makin parah pemerintah hanya menjanjikan kita saja ketika ada pemilihan baru mereka turun” ungkap nasrudin, jumat 30/05/2025 dikediamannya.
Nasrudin menjelaskan meskipun pihaknya sudah berulangkali mengajukan bantuan ke pemerintah kabupaten, namun yang didapat hanyalah janji-janji yang entah kapan terealisasi. Sementara penghasilan warga tersebut yang tergolong tak menentu membuat keluarga ini sulit keluar dari jerat kemiskinan.
“Sehari paling dapat dua puluh atau tiga puluh ribu. Kadang malah enggak ada kerjaan. Mau nabung buat bangun rumah juga enggak cukup, habis buat makan dan kebutuhan anak-anaknya,” jelas nasrudin.
Keluarga ini pun berharap ada perhatian dari pemerintah baik Pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat maupun dermawan yang bersedia membantu membangunkan rumah yang layak agar mereka bisa hidup lebih aman dan manusiawi.
“Yang kami harapkan cuma rumah yang layak, biar anak-anak bisa tidur nyenyak tanpa harus takut kehujanan atau roboh,” ucap salah satu pemilik RTLH disana.
Red









