Sengketa Lahan Seger Kute Sudah Clear, Lale Tatun Tegaskan: Jangan Ada yang Buat Keributan Lagi. - Mandalikatoday




Home / Polemik

Kamis, 2 Oktober 2025 - 11:03 WIB

Sengketa Lahan Seger Kute Sudah Clear, Lale Tatun Tegaskan: Jangan Ada yang Buat Keributan Lagi.

Sengketa Lahan Seger Kute Sudah Clear, Lale Tatun Tegaskan: Jangan Ada yang Buat Keributan Lagi.

 

MandalikaToday – Lombok Tengah, (NTB) – Polemik panjang terkait sengketa lahan di kawasan Seger Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, akhirnya menemui titik terang. Proses pengajuan dan Penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama L. Amanah Cs untuk lahan seluas 90 are kini sudah tidak perlu diperdebatkan lagi.

Kepastian tersebut diperoleh setelah adanya informasi resmi dari pihak Provinsi Nusa Tenggara Barat mengenai status tanah yang sebelumnya diklaim sebagai Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut dinyatakan sudah clear, sehingga proses sertifikasi bisa dilanjutkan.

Baca Juga :  Tim Advokasi KONI Provinsi NTB Gegabah dan Keluar dari ADART, Ketum harus Bijak

Awal pekan lalu, L. Amanah Cs mendatangi Kantor ATR/BPN Lombok Tengah untuk memastikan perkembangan berkas mereka. Dari hasil pertemuan dengan Kepala BPN Lombok Tengah, Subhan, diketahui bahwa proses pengajuan telah diterima secara resmi. Saat ini pihak BPN hanya menunggu surat rekomendasi dari Gubernur NTB untuk kemudian menerbitkan SHM.

Lebih jauh, Lale Tatun dari organisasi Kawal NTB menegaskan bahwa proses hukum terkait lahan Seger Kute sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Hal ini sejalan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan pihak L. Migarsih alias Mamiq Kalsum dan kawan-kawan. Dengan status inkracht, maka tidak ada lagi celah bagi pihak tertentu untuk menggugat ulang perkara yang sama.

Baca Juga :  Divis Pariwisata Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kawal NTB Lale Uswatun.

“Semua pihak sebaiknya menerima hasil ini. Proses di BPN sudah berjalan sesuai aturan, kita kawal bersama sampai selesai. Jangan ada lagi yang coba membuat keributan, karena yang dirugikan bukan hanya pemilik lahan, tapi juga masyarakat luas,” tegas Lale Tatun dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada MandalikaToday, Rabu (1/10/2025).

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusifitas di Lombok Tengah, terlebih menjelang tahun politik. Menurutnya, apabila ada pihak yang masih merasa tidak puas, jalur yang tepat adalah melalui mediasi atau mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan aksi provokasi di lapangan.

“Jangan main urat leher atau otot. Itu hanya akan memperkeruh suasana dan merugikan banyak orang. Mari kita percayakan proses ini kepada ATR/BPN dan aparat terkait. Kepala BPN sudah menunjukkan ketegasan, kita tunggu bersama hasil finalnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Kapolda NTB Apresiasi Warga Monjok dan Taliwang yang Serahkan Senjata dan Sepakat Berdamai

Kawal NTB sendiri berkomitmen untuk terus mendampingi dan mengawasi jalannya proses administrasi hingga SHM benar-benar terbit. Dukungan juga diberikan kepada ATR/BPN agar dapat menuntaskan persoalan lahan Seger Kute dengan transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan demikian, sengketa lahan yang telah berlangsung lama di kawasan strategis pariwisata Mandalika tersebut kini memasuki babak akhir. Harapannya, masyarakat dapat menerima hasil yang ada, menjaga keamanan, dan bersama-sama mendukung pembangunan NTB agar berjalan lancar tanpa konflik horizontal.

(JB)

Share :

Baca Juga

Polemik

Polres Loteng Selidiki Kasus Pernikahan Anak di Bawah Umur.

Polemik

Rutin Sambang Warga, Bhabinkamtibmas Lamuntet Respon Cepat Selesaikan Kesalahpahaman warga

Headline

Janji Pemerintah Tak Kunjung Terpenuhi, Puluhan Warga Desa Puncak Jeringo Suela Jadi Penghuni RTLH

Budaya

Bunda Niken Ajak TP-PKK Bandung Menikmati Eksotisme NTB

Polemik

L Kariadi S.Kom Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Loteng

Polemik

Diduga Larang Wartawan Liputan di Fornas Vlll NTB Dinilai Langgar Hak Informasi Publik.

Headline

Kapolsek Jonggat Pilih Jalan Tengah, Utamakan Mediasi Cegah Konflik Sengketa Tanah Wakaf

Polemik

Ormas Sasaka Nusantara NTB, Dukung Polri di Bawah Presiden.