Lombok Tengah, NTB | Mandalika Today – Pemerintah Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional pembentukan koperasi melalui pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memberdayakan masyarakat desa di berbagai sektor.
Sekretaris Desa Mangkung, Lalu Muslihan, menyampaikan bahwa koperasi ini dibentuk atas dasar musyawarah bersama dan kini telah memiliki legalitas hukum yang jelas, termasuk pengurus yang telah ditunjuk secara resmi. Pemerintah desa bersama pengurus aktif merekrut anggota dari berbagai kalangan, termasuk perangkat desa, kader, LPM, BPD, dan masyarakat umum.
Meski menghadapi kendala terkait sarana prasarana, pemerintah desa telah mengajukan permohonan penggunaan aset milik daerah sebagai kantor sementara koperasi. Lokasinya pun tidak jauh dari kantor desa.
“Kami sudah bersurat ke Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah, dan Alhamdulillah sudah ada sinyal positif meskipun belum resmi,” ujar Muslihan diruang kerjanya, rabu (23/07/2025).
Dalam rencana pengembangan, koperasi ini akan membentuk beberapa unit usaha atau grade yang strategis, seperti pengadaan LPG, distribusi hasil industri rumah tangga (seperti kue basah dan kering), serta pengelolaan hasil pertanian dan peternakan. Selain itu, pemerintah desa juga telah menyiapkan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk mendukung legalitas unit-unit tersebut.
“Untuk bidang pertanian, kami sudah rencanakan unit pengadaan sarana produksi seperti pupuk dan obat-obatan,” jelas Muslihan.
Ia menekankan bahwa koperasi tidak akan mematikan usaha pengecer lokal, melainkan akan fokus pada produk nonsubsidi dan bersinergi dengan pelaku usaha yang sudah ada.
Lebih jauh, koperasi juga akan mendukung kebutuhan bahan baku MBG (Makan Bergizi Gratis) dengan melibatkan peternak lokal, baik yang tergabung dalam kelompok maupun yang mandiri. Muslihan menjelaskan, meski pasokan lokal belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan, minimal potensi dalam desa akan dioptimalkan lebih dahulu.
Menjawab potensi pengembangan sektor lainnya, seperti air minum isi ulang, pemerintah desa membuka peluang untuk ekspansi bila terdapat kebutuhan nyata dan potensi pasar yang mendukung.
“Saat ini masyarakat masih mengandalkan sumur bor, tapi kita terbuka untuk inovasi bila dibutuhkan,” katanya.
Muslihan juga menekankan pentingnya sinergi antara koperasi dan masyarakat. Semua warga, tanpa terkecuali, diundang bergabung dalam koperasi ini.
“Hajat utama dari pendirian koperasi ini adalah untuk memakmurkan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai penutup, Muslihan menyampaikan harapannya agar koperasi ini tidak hanya berdiri secara administratif, tapi benar-benar berjalan dan memberikan manfaat nyata. Ia berkomitmen untuk merekrut pengurus yang kompeten dan berintegritas.
“Kami punya banyak SDM yang luar biasa di Mangkung, mulai dari sarjana ekonomi syariah, ekonomi Islam, hingga aparat keamanan. Inilah saatnya kita bersatu membangun desa melalui koperasi,” pungkasnya penuh semangat.
(HSH)









