Menteri Imipas Ungkap Lahirnya Gagasan Ketahanan Pangan di Lapas - Mandalikatoday




Home / Headline / Pembangunan

Sabtu, 29 November 2025 - 15:39 WIB

Menteri Imipas Ungkap Lahirnya Gagasan Ketahanan Pangan di Lapas

Jakarta — Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memaparkan bagaimana ide penguatan ketahanan pangan di lingkungan lembaga pemasyarakatan pertama kali digagas. Menurutnya, dorongan tersebut muncul dari hasil audit yang mengungkap banyaknya lahan tidak produktif di berbagai UPT pemasyarakatan.

 

Dalam penjelasannya, Agus mengungkap bahwa temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai lahan tidur sebenarnya telah berulang sejak lembaga imigrasi dan pemasyarakatan masih berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM. Saat mulai memimpin kementerian yang baru dibentuk tersebut, ia langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelemahan dan kendala yang ada.

 

“Kami dihadapkan pada temuan BPK mengenai banyaknya lahan idle. Setelah dilakukan audit kesehatan organisasi, terlihat jelas titik-titik masalah yang harus segera kita selesaikan,” ujar Agus dalam acara pembekalan ketahanan pangan kepada perangkat desa, babinsa, bhabinkamtibmas, dan kelompok tani di Pendopo Bupati Blora, Jawa Tengah, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga :  RSUD Praya Naik Kelas B, Struktur Oganisasi Berubah

 

Agus menambahkan bahwa langkah penyelesaian tersebut kemudian diselaraskan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas nasional.

 

“Bapak Presiden sudah memberikan arah. Maka seluruh jajaran harus bergerak mengikuti orientasi tersebut,” jelasnya.

 

Dorong Pemanfaatan Lahan dan Partisipasi Seluruh Lapas

 

Semangat membangun ketahanan pangan menurut Agus bukan hanya berlaku untuk lapas yang memiliki lahan luas. UPT dengan lahan terbatas tetap bisa berkontribusi melalui berbagai metode budidaya, seperti tanaman polybag atau budidaya ikan lele.

 

“Lapas Blora lahannya tidak luas, tetapi mereka tetap berupaya membangun kegiatan ketahanan pangan,” katanya.

Baca Juga :  Reses Perdana L. Abdusahid Di Dusun Toro Desa Pejanggik

 

Skema Penyerapan Hasil oleh Vendor Lokal

 

Agus menjelaskan bahwa hasil produksi pangan dari lapas akan diserap oleh vendor penyedia bahan makanan yang bekerja sama dengan tiap wilayah. Ada ketentuan khusus bahwa minimal lima persen hasil produksi lapas wajib diserap oleh vendor tersebut.

 

“Lima persen hasil wajib diambil oleh penyedia bahan makanan. Dengan begitu, hasil kegiatan ketahanan pangan memiliki nilai ekonomi dan dapat menambah pendapatan lapas,” jelasnya.

 

Pendapatan tersebut nantinya dibagi untuk kesejahteraan petugas serta warga binaan yang berpartisipasi dalam program.

 

Dukung UMKM dan Pengusaha Lokal

 

Agus menekankan bahwa penyedia bahan makanan bagi lapas harus berasal dari pelaku usaha lokal. Kebijakan ini dibuat untuk memastikan UMKM sekitar mendapatkan manfaat ekonomi langsung.

Baca Juga :  DPRD Desak Dinsos Segera Tanganani 2000 LGBT di Loteng.

 

“Ini harus dikelola oleh pengusaha lokal. Dulu banyak dikelola dari Jakarta atau luar daerah sehingga pelaku usaha setempat tidak punya kesempatan,” jelasnya.

 

Bagi para pengusaha lokal yang belum berpengalaman, Ditjen Pemasyarakatan akan memberikan pembinaan dan pendampingan.

 

“Kita bimbing dan arahkan agar mereka juga bisa membantu menyerap hasil ketahanan pangan, sesuai atensi Bapak Presiden,” tambahnya.

 

Pangan Tak Tergantikan oleh Teknologi

 

Menutup penjelasannya, Agus mengingatkan bahwa sektor pangan akan selalu menjadi kebutuhan vital bangsa.

 

“Banyak profesi bisa digantikan oleh artificial intelligence. Tapi pangan tidak akan pernah bisa tergantikan,” tegasnya.

Share :

Baca Juga

Pembangunan

Empat Tahun Kepemimpinan Pathul-Nursiah Berhasil Turunkan Angka Pengangguran di Lombok Tengah Hingga 2,78 Persen

Pembangunan

Ibu Bupati Baiq Nurul Aini Pathul Bahri Hadiri Pembagian Paket Sembako di Kecamatan Batukliang

Pembangunan

Segala Anyar Siap Genjot Produksi Pupuk Organik dengan Teknologi Jepang.

Pembangunan

Pemkab Lombok Tengah Raih Penghargaan PTLRHP Tertinggi Dari BPK RI NTB

Pembangunan

Hadiri Penganugerahan Lembaga Penyiaran, Wagub Ummi Rohmi Berikan Apreasiasi kepada Lembaga Penyiaran di NTB

Headline

Rektor Universitas Wasatiyah Yaman Doakan Paket Pathul Nursiah Menang di Lombok Tengah.

Pembangunan

Didatangi Penilai IGA 2023, NTB Andalkan NTB Mall dan Desa Wisata untuk Raih Provinsi Terinovatif Se-Indonesia.

Pembangunan

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lombok Tengah Siap Memberikan Bantuan Bibit Ikan Untuk Umum di Kecamatan Jonggat