Kapolsek Jonggat Pilih Jalan Tengah, Utamakan Mediasi Cegah Konflik Sengketa Tanah Wakaf - Mandalikatoday




Home / Headline / Peristiwa / Polemik

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:42 WIB

Kapolsek Jonggat Pilih Jalan Tengah, Utamakan Mediasi Cegah Konflik Sengketa Tanah Wakaf

Lombok Tengah — Sikap bijaksana dan penuh kehati-hatian ditunjukkan AKP Agus Prayitno, SH, Kapolsek Jonggat dalam menyikapi sengketa tanah wakaf masjid puyung yang terjadi di Desa Barejulat pemekaran dari desa puyung, Kecamatan Jonggat. Di tengah perbedaan klaim dan panjangnya riwayat persoalan, Kapolsek menegaskan komitmennya untuk tetap berada di posisi netral serta mengedepankan penyelesaian damai.

 

Kapolsek Jonggat kepada awak media menjelaskan bahwa langkah utama kepolisian adalah mencegah terjadinya benturan fisik di tengah masyarakat. Ia menyampaikan kekhawatirannya apabila konflik dibiarkan berkembang tanpa solusi yang jelas, terutama mengingat masyarakat awam bisa menjadi korban dari konflik yang tidak mereka pahami sepenuhnya.

Baca Juga :  24 Prajurit Kodim Lombok Tengah Tersenyum Kenaikan Pangkat Satu Tingkat

 

“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi bentrokan fisik. Soal benar atau salah, itu ada mekanismenya. Kepolisian tidak ingin tergesa-gesa mengambil posisi,” tegasnya Rabu (14/01/2026) di ruang kerjanya.

 

Kapolsek Jonggat juga menyampaikan bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Ia mendorong agar alur hukum dan administrasi ditempuh secara benar, dimulai dari pengajuan resmi ke KUA, koordinasi dengan Kepala Desa, hingga klarifikasi status tanah wakaf yang dikelola oleh nazir.

Baca Juga :  Kapolres dan Bhayangkari Lotara Tunjukkan Elegansi Wastra Nusantara di HUT KLU ke-17.

 

Menurutnya, tanah yang telah diwakafkan memiliki kedudukan hukum yang berbeda dengan hak milik pribadi. Oleh karena itu, setiap keputusan terkait pengelolaan, pemanfaatan, atau pengalihan harus mengacu pada aturan perundang-undangan dan putusan yang sah.

 

Dalam beberapa kesempatan, Kapolsek Jonggat juga telah memfasilitasi mediasi, meski belum membuahkan kesepakatan. Namun demikian, ia tetap membuka ruang dialog dan mengajak semua pihak untuk menahan diri.

 

“Saya tidak ingin ada dosa sosial karena kelalaian kita semua. Kalau ada jalan tengah, mari kita tempuh bersama. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu apa-apa justru menjadi korban,” ujarnya.

Baca Juga :  Perjuangan Palestina, Miq Gite, Separuh Hati Kemanusiaan Kami di Palestina

 

Kapolsek Jonggat menegaskan bahwa Polri hadir bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan sebagai penengah yang menjamin keamanan dan ketertiban, sembari menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

 

Langkah humanis dan penuh kehati-hatian ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, karena dinilai mampu meredam potensi konflik dan menjaga kondusivitas wilayah di tengah persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun.

(HSH)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Gerakan Melawan Narkoba Polres Lombok Utara Sosilisasi Bersama Bhayangkari.

Peristiwa

Pernikahan Anak di NTB Masih Tinggi, Bhayangkari Ajak Perubahan Mindset Masyarakat.

Peristiwa

Wanita Paruh Baya Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Polsek Tanjung Lotara Olah TKP.

Headline

Lantunan Shalawat Ramadhan di Lombok Tengah Meriahkan Lomba Hadrah dan Marawis Di Khazanah Bulan Suci Ramadhan Tahun 2026.

Demo

Pasca Digeruduk APPM NTB, Dinsos Lombok Tengah Berikan Klarifikasi

Headline

Komandan Brigif Berikan Apresiasi dan Hadiah kepada Prajurit Denma Brigif TP/31/PS dan Yon TP/875/SYP pada Malam Pergantian Tahun 2026

Peristiwa

Kapolda NTB Apresiasi Warga Monjok dan Taliwang yang Serahkan Senjata dan Sepakat Berdamai

Headline

Wakapolres Loteng Hadiri Acara Halal Bihalal di Ponpes Nurul Ijtihad Al-Ma’rif NU Lanser