Lombok Tengah, NTB – Pjs Direktur RSUD Praya, dr. Mamang Bagiansyah menegaskan prinsip kemitraan yang dibangun dengan Summit Institute for Development (SID) adalah innovation with context – inovasi yang sesuai konteks Lombok Tengah.
Pernyataan itu disampaikan saat menjelaskan model kerjasama di ruang kerjanya, Jumat (11/9/2026).
“Kami melihat Summit Institute bukan sebagai pihak yang datang kemudian menjalankan program sendiri, tetapi sebagai mitra dalam membangun kapasitas dan memperkuat sistem yang sudah dimiliki daerah,” tegasnya.
Menurutnya, ada 6 pilar yang menjadi fokus: riset dan evidence, digitalisasi teknologi kesehatan, peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem rujukan, monitoring evaluasi, dan penguatan tata kelola lintas sektor.
Ia menekankan ukuran keberhasilan kerjasama bukan pada banyaknya kegiatan atau dokumen MoU yang ditandatangani.
“Prinsip kami setiap kerja sama harus memberikan nilai tambah, bukan menciptakan sistem yang berjalan paralel. Sebuah inovasi akan bernilai apabila setelah proyek selesai, pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan tetap mampu melanjutkannya,” katanya.
Target jangka panjangnya adalah transformasi total dan replikasi model.
“Jawaban outcome terbesar yang ingin kita capai adalah transformasi. Dari yang sebelumnya lebih banyak reaktif menjadi lebih proaktif; dari keputusan berbasis pengalaman menjadi berbasis data dan evidence. Investasi terbesarnya adalah membangun kapasitas institusi dan SDM agar mampu terus melakukan inovasi setelah proyek selesai,” pungkasnya.
Ia menutup, “Pada akhirnya ukurannya apakah masyarakat Lombok Tengah mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, lebih tepat, lebih bermutu, lebih aman dan semakin berorientasi pada pencegahan.”
(HSH)









