Kemiskinan di Loteng Tahun 2024-2025 dari Angka 12,8 Persen Turun Menjadi 10,08 Persen. - Mandalikatoday




Home / Pembangunan

Jumat, 19 September 2025 - 14:25 WIB

Kemiskinan di Loteng Tahun 2024-2025 dari Angka 12,8 Persen Turun Menjadi 10,08 Persen.

Kemiskinan di Loteng Tahun 2024-2025 dari Angka 12,8 Persen Turun Menjadi 10,08 Persen.

Mandalikatoday-Lombok Tengah,(NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menunjukan hasil dari data BPS tentang menurunya angka kemiskinan di Lombok Tengah maret 2025
Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 10,68 persen, turun 1,39
persen poin terhadap Maret 2024.

1. Tingkat Kemiskinan Kabupaten Lombok Tengah Maret 2025
Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah mengalami
penurunan dibandingkan Maret 2024, baik dari sisi jumlah maupun persentase.
Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin pada Maret 2025 dikarenakan
berbagai faktor diantaranya inflasi yang relatif terkendali, perekonomian yang tumbuh positif dan berbagai program intervensi kemiskinan yang dilakukan pemerintah.

Tabel 1. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin, Maret 2024- Maret 2025
Persentase Penduduk Miskin (Po)
Maret 2024
12,07
Maret 2025
10,68
Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten Lombok Tengah (ribu orang)
Maret 2024
122,32
Maret 2025
109,25.

2. Garis Kemiskinan Kabupaten Lombok Tengah Maret 2025
Garis Kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan
dan non makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk
miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan.

Garis Kemiskinan pada Maret 2025 adalah sebesar Rp 568.910,- per kapita per bulan.
Dibandingkan Maret 2024, Garis Kemiskinan naik sebesar 3,55 persen.

Baca Juga :  Ketua DPRD Dukung RSUD Bebaskan Lahan Parkir, TAPD Dan DPRD Harus Duduk Bersama

Tabel 2. Garis Kemiskinan Kabupaten Lombok Tengah, Maret 2024- Maret 2025
Tahun
Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bulan)
Maret 2024
549.400
Maret 2025
568.910
Perubahan Mar’24 – Mar’25 %
3,55

Pada Maret 2025, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada
GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Beras
masih memberi sumbangan terbesar, yakni sebesar 26,72 persen di perkotaan dan
31,99 persen di perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar
kedua terhadap GK (8,00 persen di perkotaan dan 5,50 persen di perdesaan.
Komoditas lainnya adalah telur ayam ras 4,39 persen di perkotaan dan 3,20 persen di perdesaan, daging ayam ras 3,73 persen di perkotaan dan 2,25 persen di
perdesaan, cabe rawit 2,24 persen di perkotaan dan 2,98 persen di perdesaan.
Komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar, baik pada GK
perkotaan dan perdesaan, adalah perumahan 9,11 persen di perkotaan dan 11,72 % di perdesaan, bensin (2,21 persen di perkotaan dan 2,39 persen di
perdesaan, dan pendidikan 2,10 persen di perkotaan dan 1,26 persen di perdesaan,

Gambaran data di atas menunjukkan bahwa masyarakat miskin sangat bergantung
pada kebutuhan dasar makanan seperti beras, sementara rokok juga menjadi bagian
signifikan dari pengeluaran mereka, membatasi kemampuan untuk memenuhi
kebutuhan non-makanan yang esensial seperti perumahan, pendidikan, dan
Kesehatan.

Baca Juga :  226 Ribu Warga NTB Nikmati Makan Bergizi Gratis Program Presiden Prabowo.

3. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Keparahan Kemiskinan Maret
2024 – Maret 2025
Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk
miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan
dari kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan
pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Indeks
keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran
diantara penduduk miskin.
Tabel 3. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Kabupaten Lombok Tengah, Maret 2024 – Maret tahun 2025,

Persentase indeks kedalaman
Kemiskinan (P1)
Maret 2024
1,56
Maret 2025
1,51
Indeks Keparahan Kemiskinan (P2)
Maret 2024
0,27
Maret 2025
0,31
Pada periode Maret 2024 – Maret 2025, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami
penurunan. Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami peningkatan.
Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2025 sebesar 1,51, turun dibandingkan

Maret 2024 yang sebesar 1,56. Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan pada
periode yang sama mengalami peningkatan dari 0,27 menjadi 0,31.
4. Faktor-faktor yang berpengaruh pada Tingkat Kemiskinan
Beberapa faktor yang mempengaruhi Tingkat kemiskinan selama periode Maret 2024 – Maret 2025:

1. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan
memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini,
kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk
memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur
menurut Garis Kemiskinan.

Baca Juga :  Pelayanan publik di NTB Semakin Baik, Gubernur Miq Gita apresiasi ombudsman RI.

2. Garis Kemiskinan (GK) terdiri dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan
Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).

3. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan
minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kalori per kapita per hari.
Paket komoditas kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditas
padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll.

4. Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk
perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditas kebutuhan
dasar nonmakanan di wakili oleh 51 jenis komoditas di perkotaan dan 47 jenis
komoditas di perdesaan.

5. Garis Kemiskinan per rumah tangga dihitung dari garis kemiskinan per kapita
dikalikan dengan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga pada rumah
tangga miskin.

6. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per
kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

7. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan Maret
2025 adalah data Susenas Maret 2025.

(JB)

Share :

Baca Juga

Pembangunan

Gotong Royong untuk Pendidikan: Rumah Yatim, IM3, dan Tokopedia Renovasi Sekolah di Sekotong.

Headline

Sarpras Pariwisata Desa Lendang Nangka Utara Telan APBDes 479juta, Begini Potret Progres Pembangunannya

Pembangunan

Hadiri Rakor Provinsi, PJ Gubernur NTB Beri Apresiasi Diskominfotik NTB

Pembangunan

Hadiri Dialog Lanskap Sport Tourism The Mandalika, PJ Gubernur NTB : NTB Terus Melaju Melalu Sport Tourism

Pembangunan

PJ Sekda NTB Pimpin Rakor Penyusunan Laporan PJ Gubernur NTB

Pembangunan

Pemkab Lombok Tengah dan BPS Perkuat Sinergi Data Melalui Pencanangan Desa Cinta Stastistik 2026.

Pembangunan

Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-59, PJ Gubernur Diwakili PLH Asisten 1

Pembangunan

Menteri PPA Apresiasi Kebijakan Miq Gite Pj Gubernur NTB