Lombok Timur, NTB | Mandalika Today – Dalam papan informasi proyek Pemerintah Desa (Pemdes) Lendang Nangka Utara kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur sudah menyelesaikan pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata milik Desa dengan anggaran Rp 479.475.000 dengan volume yang tertulis 6000 meter persegi (m²) berloksi di Dusun Benteng Utara yang sumber dana dari APBDes 2024 untuk pengerjaan bulan Desember 2024. Sementara terlihat dilapangan hanya pentaludan dan penimbunan lokasi yang yang belum mencapai 6000 meter persegi.
Saat dikonfirmasi tim media, para pihak seperti Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD), dan Tukang melalui via Telepon enggan menjelaskan detilnya. Namun saat datang mewawancari Kepala Desa langsung diserahkan ke Khairun Badrun Kepala Seksi (kasi) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) yang sebelumnya menjabat Plt. Sekdes tahun 2024 untuk menjelaskan.

“Yang kemarin untuk awalnya 479 jutaan itu untuk pembukaannya, pembersihan arealnya, dan penataan-penataannya itu. Baru hanya sekitar 20% dari dari keseluruhan pembangunan wisata itu,”jelas Khairun Badrun rabu (28/05/2025) saat diwawancarai di ruang kerja Kepala Desa.
“Jadi ada 2 konsep yaitu wisata umum (kolam renang) dan private (villa) dan Tahapan-tahapannya kita sudah melalui musdes dan sudah berkonsultasi dengan DPMD dan bagian aset, karena awalnya ini lahan pecatu dari Desa induk yaitu lahan pertanian yang berdasarkan SK tahun 2021 lahan tersebut milik Desa Lendang Nangka Utara,” tambahnya.
Saat ditanya terkait pengalihan fungsi lahan, Khairun Badrun mengaku sudah mengantongi izin dari DPMD Lombok Timur dan Bagian Asset daerah. Dirinya juga menjelaskan bahwasanya rancangan pastinya yang secara mendetil temasuk designnya belum ada.
“Nah kalau Rencana itu kan dia setelah disepakati akan menjadi wisata ini barulah akan direncanakan seperti apa modelnya makanya dibenahi dia sedikit-sedikit yang jelas konsepnya wisata umum dan private ada villanya dan ada kolamnya untuk umum gitu. Disign fullnya belum kelihatan karena yang kemaren itu kita hanya menatanya saja karena awalnya masih dalam bentuk bukit-bukit dan rawa-rawa,” terangnya.
Terkait rencana volume awal atau rencana anggaran dan biaya (RAB) pembangunan wisata itu, khairun badrun yang mewakili Kepala Desa mengaku lupa dan mengatakan semua ada di Laptop dan di TPK namun hingga akhir pembicaraan tidak kunjung diperlihatkan.

“Kalau itu lupa saya pak, berapa volume kubikasinya kayaknya kita perlu bongkar arsip bongkar ini itu gitu. Tentang tanah timbunan Sama juga pak endak ingat kita itu kalau banyaknya itu. Jadi semua itu ada didalam laptop ya mungkin saya bisa bukakan biar tidak ada dusta diantara kita jadi tidak berandai-andailah begitu. Ada juga catatannya di TPK pak,”ujar Badrun.
Selanjutnya mengenai papan informasi yang dinilai keliru Badrun mengaku karena banyaknya jenis kegiatan disana seperti penimbunan, pembersihan areal wisata, dan pengamanan atau pentaludannya itu, menyebabkan papan informasi tersebut dimuat dengan anggaran APBDes sebesar 479juta mengerjakan proyek tersebut dengan volume yang tertera 6000m².

“Sehingga bagaimana supaya menghemat supaya masyarakat tahu apa yang kita laksanakan dengan sekali melihat saja dengan anggaran itu ya sudah dinaikkan saja luasnya adalah 60 are lokasi yang akan kita jadikan tempat wisata itu,” dalihnya.
Dijelaskan pula oleh Badrun mengenai model pengerjaannya menggunakan sistem padat karya tunai walaupun Ia sendiri mengaku bahwasanya setiap proyek yang diatas 200juta harus dipihak ketiga kan.
“Pekerjaannya oleh TPK pak kemudian kita melibatkan padat karya tunai yaitu masyarakat langsung, bisa dikoordinasikan dengan masyarakat langsung siapa yang bekerja disana semua kita lakukan berdasarkan aturan yang ada,”akuinya.
Red









