Pesan Mendalam Dr. Dewa Wijaya: Mengapa Kita Tak Boleh Berekspektasi Terlalu Tinggi pada Siapapun. - Mandalikatoday




Home / Opini

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:16 WIB

Pesan Mendalam Dr. Dewa Wijaya: Mengapa Kita Tak Boleh Berekspektasi Terlalu Tinggi pada Siapapun.

Pesan Mendalam Dr. Dewa Wijaya: Mengapa Kita Tak Boleh Berekspektasi Terlalu Tinggi pada Siapapun.

 

Mandalikatoday-Mataram,(NTB) – Pemikir sosial, Dr. Dewa Wijaya, M.H., memberikan pernyataan mendalam terkait dinamika hubungan antarmanusia di era modern yang penuh ketidakpastian. Dalam sebuah refleksi singkat yang menggugah, beliau menekankan pentingnya kesadaran akan sifat alami perubahan yang melekat pada setiap individu.

Dr. Dewa Wijaya mengibaratkan perubahan manusia dengan fenomena alam yang paling mendasar.

Baca Juga :  Kebijakan Wakil Bupati Bebankan ASN Dalam Mengurangi Angka Stunting di Loteng Cenderung Lepas Tangan.

“Jangankan manusia, langit saja bisa berubah kalau sudah waktunya,” ujar beliau.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa perubahan adalah satu-satunya konstanta dalam kehidupan, baik secara sosiologis maupun psikologis.

Dr. Dewa Wijaya menyoroti tiga aspek krusial bagi masyarakat dalam berinteraksi:
• Realitas Perubahan: Menyadari bahwa manusia memiliki kehendak bebas (free will) untuk mengubah sikap, prinsip, atau perasaan kapan pun mereka mau.
• Manajemen Ekspektasi: Menghimbau agar individu tidak meletakkan standar atau ekspektasi yang terlalu tinggi kepada pihak lain guna menghindari kekecewaan emosional yang mendalam.
• Ketahanan Mental: Membangun kemandirian emosional sehingga kedamaian diri tidak bergantung sepenuhnya pada konsistensi orang lain.

Baca Juga :  Praktisi Soroti Diamnya Buku Tanah: Masyarakat Butuh Kepastian, Bukan Spekulasi

“Jangan berekspektasi terlalu tinggi terhadap siapapun karena manusia bisa berubah kapanpun mereka mau. Memahami hal ini bukanlah bentuk pesimisme, melainkan sebuah kedewasaan dalam melihat realitas sosial,” tambah Dr. Dewa Wijaya.

Baca Juga :  Divisi Kajian dan Pemetaan Kawal NTB Sukron, Soroti Proyek Median Jalan Perkim Terkesan Siluman.

Pesan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam membangun hubungan yang lebih sehat, baik dalam konteks profesional, sosial, maupun personal, dengan mengedepankan rasionalitas di atas ekspektasi yang berlebihan.

(JB)

Share :

Baca Juga

Opini

Pakar Hukum Unram Apresiasi Ketegasan Polda NTB dalam Penegakan Etika Profesi Polri

Opini

Warga Labulia Pertanyakan Transparansi Pemilihan BPD

Opini

ARB Berikan Dukungan Penuh Atas Apresiasi Langkah Ketegasan Kajari Lombok Tengah Miskinkan Koruptor.

Opini

Ketua Bhayangkari Lombok Utara Serahkan Buku Karya Sendiri Kepada Pimpinan Daerah: Tegaskan Komitmen Literasi Lokal di Momen Hari Buku Nasional

Opini

Hidup Bukan Tentang Siapa yang Terbaik, Tapi Siapa yang Berbuat Baik .

Opini

ARB Soroti Lemahnya Implementasi Aturan, Desak Pemkab Loteng Wajibkan Ritel Modern Serap Produk UMKM

Opini

.SQ di BAP Terkait Laporan Oknum Penyidik Loteng Ke Propam Polda NTB.

Opini

Mengukur Nilai Diri Sendiri Bukan Dari Keunggulan Melainkan Dari Kebijakan.