LOMBOK TENGAH — Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang berlokasi di Dusun Sedau Timur, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, terus memantapkan perannya dalam mendukung ketahanan gizi masyarakat. Sejak resmi beroperasi pada Oktober 2025, fasilitas strategis ini tercatat telah melayani sebanyak 1.987 penerima manfaat.
Kepala SPPG Desa Pemepek, Jumratul, menjelaskan bahwa program jaminan gizi ini mengintegrasikan dua sektor utama, yakni kelompok prioritas di masyarakat serta sektor pendidikan di wilayah tersebut.
Sasaran utama program ini berfokus pada kelompok B3 (Balita, Ibu Menyusui/Busui, dan Ibu Hamil/Bumil) yang tersebar di wilayah tersebut. Selain kelompok B3, pelayanan gizi dari dapur SPPG ini juga turut menjangkau sekolah-sekolah di sekitar wilayah Dusun Sedau Timur, mulai dari setingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Menariknya, tidak hanya para siswa, para guru yang mengajar di lembaga-lembaga pendidikan tersebut juga masuk dalam daftar penerima manfaat program.
Jumratul menegaskan bahwa seluruh rantai operasional, mulai dari pengelolaan bahan pangan hingga distribusi, berjalan di bawah pengawasan yang ketat.
”Kami telah menjalankan seluruh operasional dapur ini secara konsisten sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku. Kesemuanya itu—baik untuk kelompok B3, anak-anak sekolah dari tingkat TK sampai SMA, hingga para gurunya di wilayah Sedau Timur, Pemepek ini—kami pastikan mendapatkan layanan gizi yang optimal dan sesuai standar,” ujar Jumratul senin 08/06/2026 di lokasi dapurnya.
Dengan hadirnya Dapur SPPG di bawah komando Jumratul, sinergi antara pemenuhan gizi keluarga dan lingkungan sekolah ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam menekan angka stunting, mencetak generasi muda Lombok Tengah yang sehat, serta mendukung produktivitas para tenaga pendidik di Kecamatan Pringgarata.
(HSH)









