Helikopter Dauphin Polri Terbang ke Laut Kalimantan, Kombes Agus Herli Pimpin Misi Evakuasi Korban KM Virgo. - Mandalikatoday




Home / Peristiwa

Selasa, 15 September 2026 - 20:34 WIB

Helikopter Dauphin Polri Terbang ke Laut Kalimantan, Kombes Agus Herli Pimpin Misi Evakuasi Korban KM Virgo.

Helikopter Dauphin Polri Terbang ke Laut Kalimantan, Kombes Agus Herli Pimpin Misi Evakuasi Korban KM Virgo.

 

MANDALIKATODAY-MATARAM,(NTB) – Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri kembali menunjukkan peran pentingnya dalam operasi kemanusiaan. Menggunakan helikopter Dauphin AS365N3 registrasi P-3103, tim Polisi Udara diterjunkan untuk membantu mengevakuasi jenazah korban kecelakaan laut KM Virgo di perairan Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026).

Operasi udara tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR), khususnya pada medan laut yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, serta kemampuan khusus dalam proses evakuasi.

Dalam misi tersebut, Komandan Helikopter (Helly) SAR dari Polisi Udara, Kombes Pol Agus Herli Sudiawan, memimpin penerbangan menggunakan helikopter Polri Dauphin AS365N3 registrasi P-3103.

Helikopter bergerak dari Bandara Sjamsudin Noor, Banjarmasin, menuju area kecelakaan laut KM Virgo di perairan Kalimantan Selatan. Penerbangan tersebut juga membawa satu personel rescuer Basarnas untuk mendukung pelaksanaan evakuasi langsung dari lokasi.

Baca Juga :  Serah Terima Jabatan Berlangsung Khidmat, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti  Resmi Jabat Dandim 1620/Loteng.

Tepat pukul 14.54 WITA, helikopter Polri lepas landas menuju area operasi. Misi ini bukan sekadar penerbangan biasa. Kru harus bekerja dalam kondisi operasi SAR di atas laut, yang membutuhkan koordinasi antarpersonel serta penerapan prosedur keselamatan secara ketat.

Setibanya di area pencarian, kru helikopter Polri bersama rescuer Basarnas melakukan proses evakuasi jenazah korban dari laut.

Evakuasi dilakukan menggunakan peralatan hoist yang terpasang pada helikopter. Peralatan tersebut memungkinkan rescuer melakukan proses pengangkatan korban dari area yang sulit atau tidak memungkinkan helikopter melakukan pendaratan.

Dengan koordinasi antara pilot, kru helikopter dan rescuer Basarnas, proses evakuasi dilaksanakan secara hati-hati dan terukur. Keselamatan seluruh personel menjadi prioritas selama operasi berlangsung.

Keberadaan helikopter dalam operasi SAR kecelakaan laut memiliki arti penting, terutama ketika lokasi korban berada di perairan dan membutuhkan waktu cepat untuk dijangkau. Dukungan udara memungkinkan tim SAR memperluas jangkauan sekaligus mempercepat proses evakuasi.

Baca Juga :  Evaluasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Wagub Umi Rohmi Soroti Pentingnya Posyandu Keluarga dan Puskemas

Setelah berhasil dievakuasi menggunakan hoist, jenazah korban dibawa masuk ke dalam helikopter Polri.

Helikopter kemudian meninggalkan area operasi dan menerbangkan jenazah menuju Banjarmasin. Setibanya di daratan, jenazah diserahkan kepada petugas terkait untuk menjalani proses penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Misi tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri dan Basarnas dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Di tengah operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan laut KM Virgo, setiap unsur memiliki peran masing-masing. Dukungan armada udara Polri menjadi salah satu instrumen penting untuk menjangkau lokasi operasi serta membantu proses evakuasi korban dari laut menuju daratan.

Operasi kemanusiaan semacam ini juga menuntut kemampuan khusus dari personel yang terlibat. Penggunaan hoist dari helikopter di atas perairan membutuhkan keterampilan, komunikasi, ketepatan manuver dan koordinasi yang baik antara awak udara dengan rescuer yang berada di bawah helikopter.

Baca Juga :  Rumah Sakit Umum Praya Laporkan Unggahan Netizen di Medsos

Kesalahan kecil dalam operasi udara dapat memiliki konsekuensi besar. Karena itu, setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan prosedur operasi dan keselamatan penerbangan.

Bagi keluarga korban, proses evakuasi juga memiliki makna kemanusiaan yang mendalam. Di balik operasi teknis di tengah laut, terdapat keluarga yang menunggu kepastian mengenai anggota keluarganya.

Karena itu, upaya menemukan dan mengevakuasi korban tidak semata-mata menjadi bagian dari tugas institusi, tetapi juga merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat dan penghormatan terakhir terhadap korban.

Keterlibatan Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri dalam operasi tersebut menunjukkan bahwa kekuatan udara kepolisian tidak hanya digunakan untuk mendukung tugas penegakan hukum dan pengamanan.

(JB)

 

Share :

Baca Juga

Pembangunan

Miq Gita, PJ Gubernur NTB, Hadapi Kekeringan, Berikan Perhatian Terhadap Ketersediaan Air Bersih di NTB

Peristiwa

Tambang Emas Ilegal Bukit Dundang Diduga Dilindungi BKSDA dan APH, Kawasan Konservasi Negara Dikapitalisasi, Lidik NTB Minta Tambang di Tutup.

Headline

Kapolsek Jonggat Pilih Jalan Tengah, Utamakan Mediasi Cegah Konflik Sengketa Tanah Wakaf

Peristiwa

PWI NTB Kecam Aksi Intimidasi dan Kekerasan Terhadap Wartawan

Peristiwa

Masalah Status Facebook, Bhabinkamtibmas Polsek Buer Mediasi Dua Warga

Peristiwa

Wakapolres Sumbawa Cek dan Periksa Ruang Tahanan

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Polsek Rhee Hadiri Dan Berikan Pengamanan Prosesi Pemakaman Umat Hindu

Peristiwa

Tower Berdiri Diduga Tanpa PBG, Warga Bongancina Minta Proyek Dibatalkan Total! Dewa Mertayasa Soroti Dugaan Pembangkangan SP dan Kelalaian Pengawasan, Potensi Pidana Diminta Diusut