LOMBOK TENGAH, NTB – Kunjungan lapangan Tim Analisis Dampak Risiko (ANRIS) Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dari Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah ke Pulau Sumbawa resmi berakhir.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, H. Idham Khalid mengatakan, setelah menyelesaikan pengambilan data dan koordinasi di Kabupaten Dompu dan Sumbawa Besar, tim akan melanjutkan tahapan di daerah tujuan.
“Tinggal dilanjutkan ke tujuan penerima ternak, yakni Kandang Penampungan Sementara di RPH/TPH dan Kandang Sementara Asosiasi Jagal yang memenuhi syarat. Untuk pemeriksaan terakhir yang kemudian didistribusi ke RPH dan Tempat Pemotongan,” ujar H. Idham, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan, ANRIS ini wajib diselesaikan untuk membuka jalur lalu lintas ternak sapi dari Sumbawa ke Lombok Tengah. Langkah ini diambil setelah harga sapi dan daging di Loteng melambung tinggi. Kondisi PMK sendiri disebut sudah terkendali 95 persen, namun harga yang tinggi membuat peternak untung sementara konsumen terbebani.
Selama di Sumbawa, Tim Loteng diterima oleh Dinas Peternakan dan Keswan Dompu dan Sumbawa Besar, Pejabat Otoritas Veteriner, Medik dan Paramedik, peternak, PPHNI, serta melakukan koordinasi dengan Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan di Pelabuhan Badas, Poto Tano, dan Kayangan.
H. Idham menyampaikan terima kasih kepada Tim Pengarah ANRIS dari Dinas Peternakan dan Keswan Prov. NTB, Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan NTB, Tim Independen Fakultas Kedokteran Hewan UNDIKMA, dan Tim ANRIS Dinas Pertanian Loteng yang telah mengawal kegiatan hingga berjalan lancar.
(HSH)









