LOMBOK TIMUR, NTB | Mandalika Today – Mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Universitas Islam Negeri (UIN) mataram Dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) beserta Karang Taruna Desa lendang Nangka, Pemerintah Desa Lendang Nangka dan pemuda Desa lendang Nangka mengadakan Reboisasi dengan tema ‘Satu Pohon Seribu Harapan’ di salah satu wisata di Desa Lendang Nangka kecamatan Masbagik Lombok Timur yaitu Mata Air tojang atau masyarakat sekitar menyebutnya dengan Otak Aik Tojang, minggu (21/07/2024).
Ketua KKP UIN Mataram Muhammad Riski Subawae sekaligus ketua panitia Acara tersebut mengungkapkan Dirinya sudah bersurat ke DLHK untuk hal ini dan acara ini demi bagaimana menjaga kelestarian Lingkungan di sekitar mereka.
“Kami sudah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup untuk acara ini, acara ini kita laksanakan guna bagaimana kita menjaga kelestarian lingkungan hidup.” Ungkapnya.
Kepala Desa Lendang Nangka Drs L Muhammad Isnaini dalam sambutannya menngungkapkan ini adalah momen yang sangat luar biasa karna mata air Tojang ini adalah sumber mata air minum yg menghasilakan 80 Liter perdetik.
“Tugas kita adalah bagaimana kita memelihara dan menjaga kelestarian yang ada ini, karena harus ada keseimbangan ekosistem di tempat ini, karena pada masa kemarau saat ini banyak wilayah yang dilanda kekeringan, akan tetapi Alhamdulillah di sini belum ada kasus kekeringan, inilah yang kita jaga dengan di adakan reboisasi ini,” Ungkapnya.
L M Isnaini membeberkan di Lendang Nangka ada 3 Mata air besar yang menghasilkan lumayan besar debit air, yang bukan hanya dijaga dari ekosistem di lingkungan saja akan tetapi juga harus dijaga dari hal-hal yang mengganggu dari sisi moral, seperti asusila di tempat wisata dan lain-lainnya.
“Inilah harapan kita untuk mata air tojang ini kedepannya dan kami mungkin harus duduk bersama memang untuk bagaimana mengelola ikon wisata di Desa kita ini menjadi bernilai dari segi estetika dan menghasilkan yang bersifat ekonomi bagi masyakat Desa Lendang Nangka ini.”Tutupnya.
Pewarta : Azwar jauhari









