Program Makan Bergizi Gratis Carut Marut, CERDAS NTB Angkat Bicara Soal Program Makanan Lansia dan Permakanan Disabilitas Kemensos.
Mandalikatoday-Loteng,(NTB) – Direktur Eksekutif Lembaga Cerdas NTB, Muhammad Luthfi S Kurnia, merespon terkait banyaknya mitra Program Makan Bergizi Gratis yang mundur lantaran keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh Pemerintah.
Direktur Eksekutif Lembaga Cerdas (ELC), Luthfi meminta Badan Gizi Nasional segera mengevaluasi sistem pembayaran secara menyeluruh agar program ini dapat berjalan dengan lancar.
“Kita berharap BGN segera mengevaluasi dan memperbaiki keseluruhan teknis di lapangan, termasuk soal pembayaran kepada Mitra. Harapannya kejadian ini tidak menyurutkan semangat para mitra dalam menyukseskan program MBG sembari Pemerintah melakukan perbaikan,” Kata Luthfi.
Koordinator Program Bantuan Sosial PKH 2018-2023 itu mengingatkan, agar BGN fokus membuat perencanaan yang lebih presisi, detail dan menyeluruh. Ia pun menyampaikan Lembaga Cerdas NTB siap mengawasi pelaksanaan program hingga ke daerah.
“Program MBG diharapkan dapat memberikan multiplier effect. Adanya mitra MBG sebetulnya langkah bagus untuk menjadi stimulus berkembangnya usaha kelas menengah kebawah. Dalam hal ini masyarakat dilibatkan langsung. Tinggal BGN menyelesaikan PR teknis di lapangan,” tutur pria kelahiran Janapria Tersebut.
Terkait persoalan pembayaran, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan akan mengganti sistem pembayaran kepada mitra mulai Februari 2025. Sistem pembayaran yang awalnya menggunakan metode reimburse akan diganti dengan metode lumpsum. Meski demikian, mekanisme rinci masih menjadi pembahasan di Badan Gizi Nasional.
“Program baru berjalan, masih banyak kendala di lapangan. Lembaga Cerdas NTB akan terus mengawasi. BGN harus siap evaluasi secara berkala,”
.
Sebagai saran, Menurut Luthfi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ini, BGN harus berkoordinasi intensif dan banyak belajar kepada Kementrian Sosial, terutama Direktorat Rehabilitasi sosial yang sudah menjalankan Program Permakanan Lansia dan Program Permakanan Disabilitas selama lebih dari 2 tahun dan berjalan sangat lancar dan bagus.
Walaupun sudah berjalan selama 2 tahun, Program Permakanan Lansia dan Program Permakanan Disabilitas Terbukti berhasil dan nyaris tidak terdengar permasalahan yang terlalu urgent, padahal program tersebut memberikan makan gratis kepada Penerima Manfaat bahkan sampai dua kali dalam sehari tanpa libur melalui mekanisme pengantaran dan Pelaporan secara reeltime menggunakan aplikasi Siksma oleh kurir.
Sementara dalam proses pengadaan bahan baku makanan, proses memasak, proses Packing dan proses pengantaran Program Permakanan Lansia dan Disabilitas menggunakan mekanisme Pokmas ( Kelompok Masyarakat ).
Kecamatan atau Dinas Sosial membentuk satu kelompok Masyarakat ( Pokmas ) Swakelola di setiap kecamatan untuk menghandel 50-100 Penerima Manfaat Program untuk diberikan sarapan dan makan siang gratis kepada Penerima Manfaat.
“Jadi sekali lagi Kami menghimbau kepada pihak BGN agar segera belajar, study banding dan berkoordinasi Dengan Pihak Kementrian sosial agar dalam prakteknya kedepan Program Makan Bergizi gratis bisa mengadopsi pola yang diterapkan oleh Program Permakanan Lansia dan Program Permakanan Disabilitas” Tandasnya.
(Jb-Mt)









