Direktur RSUD Praya Klarifikasi Terkait Kasus “Full Bed” Yang Viral. - Mandalikatoday




Home / Peristiwa

Rabu, 18 Desember 2024 - 17:37 WIB

Direktur RSUD Praya Klarifikasi Terkait Kasus “Full Bed” Yang Viral.

Direktur RSUD Praya Klarifikasi Terkait Kasus “Full Bed” Yang Viral.

Mandalikatoday-Loteng,(NTB) – RSUD Praya memberikan klarifikasi atas pemberitaan meninggalnya pasien rujukan dari Puskesmas Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Berita ini menjadi viral dan menimbulkan dugaan bahwa kondisi Full Bed di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Praya menjadi penyebab utama kematian pasien.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan Kepala Instalasi IGD RSUD Praya, Yuhanan Mulyadin, S.Kep., Ns., komunikasi awal terjadi pada pukul 11.54 WITA, ketika Puskesmas Mujur menghubungi RSUD Praya melalui WhatsApp untuk merujuk pasien NK, 41 tahun. Saat itu, kapasitas IGD sedang penuh (overload), dengan 30 pasien yang ditangani di ruangan yang hanya memiliki 25 tempat tidur. Petugas IGD memberikan konfirmasi bahwa pasien baru dapat dirujuk setelah dua jam, sesuai dengan SOP penanganan situasi Full Bed.

Pada pukul 14.27 WITA, Puskesmas Mujur kembali menghubungi RSUD Praya untuk melaporkan kondisi terkini pasien. Petugas IGD kemudian meminta hasil pemeriksaan terbaru, termasuk kadar gula darah pasien (436 mg/dL), guna memastikan kondisi pasien memenuhi kategori transportable (layak dirujuk). Proses ini diiringi permintaan video kondisi pasien untuk memperjelas situasi medis.

Baca Juga :  Begini Pesan Bupati Loteng Saat Buka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional

Namun, pada pukul 16.15 WITA, saat pasien tiba di IGD RSUD Praya, ia telah dinyatakan meninggal dunia (Death on Arrival).

Evaluasi dan Tanggapan RSUD Praya
Direktur RSUD Praya, dr. Mamang Bagiansah, menyatakan pihaknya telah menjalankan seluruh prosedur sesuai SOP. “Kami memahami bahwa ini adalah kejadian yang menyedihkan. Namun, penting untuk diluruskan bahwa seluruh prosedur penanganan, termasuk koordinasi rujukan melalui SISRUTE, telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Mamang mengapresiasi masukan dari berbagai pihak dan berkomitmen untuk terus berbenah. “Kami terbuka terhadap kritik dan saran konstruktif, namun kami mengimbau agar pemberitaan dilakukan secara berimbang dan berdasarkan fakta yang lengkap. Hal ini penting untuk menghindari bias dan potensi informasi yang menyesatkan.”

Baca Juga :  Kombes Dwi Yanto Apresiasi Perjuangan Personel Polwan di Ajang Srikandi Brimob Challenge

Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE)
Sebagai informasi, RSUD Praya telah menggunakan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) sejak 2023. Sistem ini dirancang untuk mempermudah koordinasi antar fasilitas kesehatan dalam proses rujukan pasien, baik secara vertikal maupun horizontal. Dalam kasus ini, proses rujukan menggunakan SISRUTE telah dilakukan sesuai alur yang ditetapkan.

Namun demikian, RSUD Praya mengakui adanya ruang perbaikan, khususnya pada jalur komunikasi dan koordinasi. “Kami menyadari perlunya petugas operator khusus pra-hospital untuk mengelola komunikasi rujukan secara lebih efektif, sehingga beban tenaga medis di IGD dapat berkurang,” ungkap dr. Yudha Permana, bagian Humas dan Pemasaran RSUD Praya.

Faktor Lain yang Perlu Ditelusuri
RSUD Praya menegaskan bahwa penyebab kematian pasien tidak dapat disimpulkan hanya dari keterlambatan rujukan. Beberapa faktor yang harus menjadi perhatian meliputi:

Baca Juga :  Kodim 1620/Loteng Gelar Open Donasi Peduli Korban Bencana Di Sumatera.

1. Kondisi pasien sebelum rujukan, termasuk riwayat penyakit dan perawatan.
2. Penanganan di fasilitas kesehatan awal (Puskesmas Mujur).
3. Kondisi dan fasilitas ambulans, termasuk penanganan medis selama perjalanan.

“Evaluasi holistik harus dilakukan agar penyebab kematian pasien dapat diketahui secara menyeluruh,” tegas dr. Mamang.

Komitmen Perbaikan Pelayanan
RSUD Praya berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, baik dari segi infrastruktur, kapasitas IGD, maupun sistem komunikasi rujukan. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat SOP dan memastikan tidak ada celah dalam proses pelayanan kesehatan di masa mendatang.

Penutup
RSUD Praya berharap klarifikasi ini dapat menjadi referensi bagi masyarakat untuk memahami fakta yang sebenarnya. Rumah sakit juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung upaya perbaikan pelayanan kesehatan demi kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.

(Jb-Mt)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Diskominfotik NTB bersama OJK NTB Gelar TOT Literasi Keuangan Digital untuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Lingkup Pemerintah Daerah

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Polsek Rhee Hadiri Dan Berikan Pengamanan Prosesi Pemakaman Umat Hindu

Peristiwa

Polres Loteng Datangi TKP Kebakaran Ruang Kantor Madrasah Tsanawiyah Di Praya

Peristiwa

Cegah Karhutla, Polres Sumbawa Himbau Masyarakat Tak Bakar Lahan

Peristiwa

Konfrensi Pers Polres Sumbawa Barat Berhasil Ungkap 6 Ton Pupuk Subsidi Antar Pulau

Peristiwa

Babinsa Kawal Pelepasan Ribuan Bibit Ikan Nila di Desa Bual

Peristiwa

Babinsa Pengenjek Bantu Proses Mediasi Permasalahan Pernikahan Usia Dini di Desa Pengenjek

Peristiwa

Tradisi Pedang Pora, Mengantar Kepergian Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto