Lombok Utara, NTB | Mandalika Today — Tragedi menyelimuti rangkaian pra-acara Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII 2025 di Nusa Tenggara Barat. Seorang atlet dari kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), R. Haryo Wijosono (64), meninggal dunia saat melakukan snorkeling di kawasan wisata Gili Meno, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (24/7/2025).
Korban diketahui merupakan peserta cabang olahraga Gate Ball, yang datang bersama 15 orang anggota rombongan. Mereka baru tiba di Lombok sehari sebelum kejadian, dalam rangka mengikuti FORNAS VIII yang akan berlangsung di Mataram pada 29-31 Juli mendatang.
Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.IK., MM., membenarkan peristiwa tersebut.
“Korban melakukan snorkeling sekitar pukul 09.45 Wita. Tidak lama setelah masuk ke air, ia ditemukan dalam kondisi tidak sadar. Rekan-rekannya langsung memberikan pertolongan awal (CPR) di lokasi,” jelas Kombes Pol. Kholid dalam keterangannya di Mataram.
Korban sempat dilarikan ke Klinik Warna di Gili Trawangan. Namun sayangnya, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.15 Wita. Dugaan sementara, korban mengalami serangan jantung dan stroke saat di dalam air.
Riwayat Penyakit
Dari hasil keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB di Kota Mataram.
Pihak keluarga telah dihubungi dan menyatakan menerima musibah ini dengan lapang dada. Jenazah akan segera dipulangkan ke rumah duka di Purwomartani, Sleman, Yogyakarta.
“Kami turut berduka cita atas kepergian almarhum. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk beliau, serta ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ucap Kabid Humas.
Pengingat untuk Semua
Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh peserta dan panitia FORNAS VIII agar memperhatikan aspek kesehatan pribadi selama kegiatan berlangsung, khususnya dalam aktivitas fisik dan wisata bahari.
Ajang FORNAS VIII 2025 sendiri direncanakan diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi momentum promosi wisata olahraga di Provinsi NTB.
(HSH)









