Suara Pekerja Lokal yang Terabaikan: SPN NTB Soroti FORNAS VIII dan Dugaan Pelat Bodong - Mandalikatoday




Home / Headline / Polemik

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:52 WIB

Suara Pekerja Lokal yang Terabaikan: SPN NTB Soroti FORNAS VIII dan Dugaan Pelat Bodong

Mataram, 30 Juli 2025 — Di balik gemerlap Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII yang digelar di Nusa Tenggara Barat, suara-suara kekecewaan mulai terdengar. Salah satunya datang dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB, yang menyampaikan pernyataan sikap keras atas diabaikannya peran pekerja dan buruh transportasi lokal dalam perhelatan berskala nasional itu.

Ketua DPD SPN NTB, Lalu Wira Sakti, menilai panitia penyelenggara tidak menunjukkan keberpihakan pada rakyat kecil. Dalam momentum pemulihan ekonomi pascapandemi, seharusnya kegiatan sebesar FORNAS menjadi peluang bagi pengemudi ojek online, sopir GrabCar, usaha travel lokal, hingga pelaku transportasi komunitas untuk turut merasakan manfaat.

“Bukan hanya tak dilibatkan, tapi seolah dipinggirkan,” ujar Lalu.

“Kami melihat justru kendaraan dari luar daerah yang mendominasi, sementara pekerja lokal hanya jadi penonton di daerahnya sendiri.”tambahnya.

Lebih dari itu, SPN NTB mengungkap kekhawatiran serius terhadap dugaan pelanggaran hukum terkait armada transportasi yang digunakan panitia. Mereka menerima berbagai laporan yang menyebutkan:

  • Kendaraan luar daerah memakai pelat nomor palsu atau tidak sesuai ketentuan,

  • Terdapat pelat motor dipasang pada kendaraan roda empat,

  • Beberapa kendaraan diduga tanpa izin operasional resmi.

Baca Juga :  Kodim 1620/Loteng Kawal Penutupan Tambang Emas Ilegal di Gunung Dundang Desa Kuta

Informasi ini, menurut SPN, telah menjadi perhatian masyarakat dan sejumlah organisasi kemasyarakatan yang bahkan disebut telah melayangkan aduan resmi ke Polda NTB.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Loteng Komitment Kawal Kesuksesan MotoGP 2025.

Melalui pernyataan tertulis, SPN NTB menyampaikan tiga poin penting:

  1. Protes keras terhadap sikap panitia yang mengabaikan buruh transportasi lokal;

  2. Desakan kepada aparat kepolisian dan Dishub NTB untuk segera menyelidiki dugaan penggunaan pelat kendaraan ilegal;

  3. Tuntutan evaluasi total terhadap panitia penyelenggara agar event nasional berikutnya tidak meninggalkan masyarakat lokal sebagai korban keterpinggiran.

“Ini bukan hanya soal pekerjaan,” tegas Lalu, “Ini tentang keadilan dan keberpihakan. Jika tidak dimulai dari event sebesar ini, kapan lagi rakyat kecil akan punya ruang?”

Pernyataan sikap ini menambah panjang daftar kritik terhadap pelaksanaan FORNAS VIII yang sejak awal banyak disorot berbagai pihak. Apakah akan ada tindak lanjut dari pihak berwenang? Masyarakat NTB kini menunggu bukti, bukan sekadar janji.

Baca Juga :  Miq Gita Ariadi Siap Dilantik Sebagai PJ Gubernur NTB

(HSH)

Share :

Baca Juga

Headline

Wakil Bupati Lantik Pengurus Lazah NW di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah

Polemik

Dir GPAN Angkat Bicara Tekait Alasan Kapolda Potong Fita Resmikan Kampung Narkoba Desa Beleka Jadi Desa Bebas Narkotika.

Headline

Pemda Loteng Targetkan Penurunan Angka Stunting Sampai Satu Digit Tahun 2025

Polemik

Ketua Umum Sasaka Nusantara NTB Apresiasi Langkah Sigap Polres Lombok Tengah.

Headline

Kapolda NTB Sambut Sinergi MGPA, Siap Amankan Event Mandalika 2026

Headline

Penuh Khidmat, Upacara HUT RI Ke-79 Dipimpin Bupati Lombok Tengah

Headline

Target Pusat 6 Kasus, BNNP Tangani 34 Kasus Selama Tahun 2024.

Headline

Gerakan 1000 Rupiah Ditpolairud Polda NTB Hadirkan Kursi Roda untuk Warga Sekotong