Gerakan sederhana yang digagas internal Polairud ini membawa senyum dan harapan bagi nelayan di Lombok Barat
Lombok Barat – Di tengah rutinitas menjaga keamanan laut dan pesisir, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB membuktikan bahwa kepedulian sosial tetap menjadi prioritas. Jumat (8/8/2025), sejumlah personel Polairud menyambangi warga pesisir Dusun Puyuhan, Desa Lembar Selatan, Kabupaten Lombok Barat, untuk menyalurkan paket sembako.
Uniknya, bantuan yang diberikan bukan berasal dari dana pemerintah ataupun sponsor besar, melainkan hasil dari gerakan sosial internal bertajuk “Sedekah Rp1.000 Per Hari”. Program ini digagas oleh Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke Fredrik Salmon Samola, SIK, yang mengajak seluruh personel menyisihkan uang seribu rupiah setiap hari.
“Alhamdulillah, apa yang kami kumpulkan sedikit demi sedikit bisa kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini bukan hanya membantu warga, tapi juga menumbuhkan rasa syukur dan semangat berbagi di tubuh Polairud,” ujar Kombes Boyke.
Menyusuri Pesisir, Menyapa Nelayan
Kegiatan berbagi ini dilakukan dengan penuh kehangatan. Personel Polairud tampak menyusuri gang sempit dan pemukiman nelayan, bahkan masuk ke area tepian air untuk menyerahkan bantuan langsung kepada warga. Warga yang menerima bantuan tampak antusias dan berterima kasih, mengaku sangat terbantu dengan paket sembako tersebut.
Ahmad, salah satu nelayan penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Polairud. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami, apalagi di kondisi seperti sekarang,” tuturnya.
Gerakan Kecil, Dampak Besar
Kombes Boyke menegaskan bahwa program ini akan menjadi kegiatan berkelanjutan. Dengan menyisihkan seribu rupiah setiap hari, para personel berharap dapat terus membantu masyarakat pesisir di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat.
“Kami ingin mengajak semua pihak untuk menanamkan semangat bahwa kebahagiaan bukan hanya ketika menerima, tapi juga ketika memberi,” tambahnya.
Bagi Polairud Polda NTB, menjaga keamanan laut adalah tugas utama, namun membangun kedekatan dan membantu warga pesisir adalah panggilan hati yang tak kalah penting. Gerakan ini menjadi bukti bahwa kepedulian tak harus dimulai dari sesuatu yang besar, cukup dari niat tulus dan seribu rupiah sehari.









