Calabai, 7 Maret 2026 – Komandan Brigade Infanteri TP 31/PS, Kolonel Inf Ardiansyah, menginstruksikan seluruh prajurit di jajaran Brigif TP 31/PS untuk berada dalam status Siaga Satu. Perintah tersebut dikeluarkan sebagai bentuk kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi kemungkinan penugasan Bantuan Kendali Operasi (BKO) apabila dibutuhkan sewaktu-waktu oleh komando atas.
Langkah ini dilakukan sebagai respon terhadap dinamika situasi keamanan global yang tengah berkembang, khususnya meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memicu instabilitas di kawasan Timur Tengah dan berdampak pada situasi keamanan internasional.
Konflik tersebut diketahui bermula dari serangan militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Serangan itu kemudian dibalas oleh Iran dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di kawasan Timur Tengah, sehingga memicu peningkatan eskalasi konflik dan menarik perhatian dunia internasional.
Sebagai tindak lanjut dari perintah komandan, Kepala Staf Brigif TP 31/PS, Letkol Inf Catur Prasetyo, segera melakukan koordinasi dengan seluruh satuan di bawah jajaran Brigif TP 31/PS guna memastikan kesiapan personel dan perlengkapan.
Dalam status Siaga Satu tersebut, sekitar 700 prajurit telah dipersiapkan sebagai kekuatan yang siap digerakkan apabila sewaktu-waktu mendapat perintah untuk melaksanakan tugas BKO.
Selain mempersiapkan personel, Kasbrigif juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan perlengkapan prajurit di Markas Komando Brigif TP 31/PS. Pemeriksaan meliputi kelengkapan tempur perorangan seperti helm, rompi taktis, perlengkapan lapangan, ransel tempur hingga peralatan pendukung lainnya guna memastikan seluruh perlengkapan berada dalam kondisi siap digunakan.
Dalam arahannya kepada prajurit, Letkol Inf Catur Prasetyo menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi setiap prajurit, baik dari aspek fisik, mental maupun perlengkapan.
“Sebagai prajurit, kita harus selalu siap menjalankan tugas kapan saja negara memanggil. Karena itu, seluruh perlengkapan harus dicek dengan teliti dan dipastikan dalam kondisi siap pakai,” ujarnya.
Di lingkungan Markas Komando Brigif TP 31/PS, suasana kesiapsiagaan terlihat jelas. Para prajurit yang masuk dalam status Siaga Satu melakukan pengecekan perlengkapan secara detail serta melaksanakan konsolidasi pasukan sesuai dengan arahan pimpinan satuan.
Penetapan status Siaga Satu ini merupakan bagian dari upaya Brigif TP 31/PS dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan operasional satuan, sehingga mampu merespons dengan cepat setiap dinamika tugas yang diberikan oleh komando atas.
Dengan kesiapan personel dan perlengkapan yang optimal, Brigif TP 31/PS menegaskan komitmennya untuk selalu siap menjalankan tugas dalam menjaga stabilitas keamanan serta pengabdian kepada bangsa dan negara.









