Lombok Tengah, NTB — Dukungan terhadap gelaran MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang terus mengalir deras. Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Rakyat Menggugat Nusa Tenggara Barat (ALARM-NTB) secara resmi menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal dan mensukseskan ajang balap motor kelas dunia yang dihelat di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah tersebut.
Ketua ALARM-NTB, Lalu Hizzi, menegaskan bahwa MotoGP bukan sekadar parade kecepatan atau hiburan olahraga internasional semata, melainkan momentum strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkenalkan seni budaya NTB ke panggung global. Kendati mendukung penuh, Hizzi memberikan catatan kritis agar MGPA dan pemerintah daerah memastikan pelaku UMKM, koperasi, pengelola homestay, penyedia transportasi lokal, hingga perajin suvenir menjadi prioritas utama.
”MotoGP harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat, bukan hanya investor,” tegas Lalu Hizzi dalam siaran persnya pada Kamis (27/8/2026).

Selain dampak ekonomi, ALARM-NTB juga menyoroti krusialnya perlindungan lingkungan dan nilai sosial-budaya seiring melonjaknya arus wisatawan di Pulau Lombok dan Sumbawa.
”Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, kami mendorong panitia MGPA dan pemerintah untuk menerapkan protokol pengelolaan sampah, konservasi pantai, dan perlindungan ruang hidup masyarakat adat. Event internasional harus berjalan berdampingan dengan pelestarian alam di Pulau Lombok dan Sumbawa,” ujar Hizzi.
Dari aspek tata kelola dan akuntabilitas, ALARM-NTB mendukung aparat kepolisian dan penyelenggara dalam menjaga ketertiban lalu lintas serta keterbukaan informasi publik terkait anggaran. Hizzi menegaskan bahwa pengawasan publik sangat penting agar event berjalan sukses, aman, dan transparan. Sementara mengenai riak sengketa lahan yang masih tersisa di kawasan KEK, ia mendesak penyelesaian secara dialogis dan sesuai hukum tanpa mengganggu jalannya agenda internasional tersebut.
”ALARM-NTB ingin MotoGP 2026 menjadi milik masyarakat NTB. Bukan hanya tontonan dunia, tapi juga panggung kebangkitan ekonomi rakyat. Kami siap mengawal agar manfaatnya dirasakan sampai ke desa-desa,” pungkas Lalu Hizzi.
Sebagai bentuk komitmen nyata menjelang Oktober 2026, ALARM-NTB menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan pemerintah, MGPA, dan komunitas lokal melalui program edukasi publik, pelatihan tenaga kerja lokal, hingga gerakan aksi bersih pantai.
(HSH)









