Kurangi Potensi Konflik, Pemkab Loteng launching kebijakan penanganan konflik sosial - Mandalikatoday




Home / Headline / Hukrim

Kamis, 12 September 2024 - 09:47 WIB

Kurangi Potensi Konflik, Pemkab Loteng launching kebijakan penanganan konflik sosial

Lombok Tengah, NTB |Mandalika Today – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar Acara Launching Kebijakan Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Loteng, Kamis (12/09/2024).

Kepala Kesbangpol Loteng, Murdi AP menjelaskan, kebijakan pedoman penanganan konflik sosial merupakan hal yang penting. Sebab, penanganan konflik menjadi prasyarat dasar bisa berlangsungnya aktivitas sosial kemasyarakatan. Menurutnya, percuma akan membangun infrastruktur yang monumental di Loteng jika kondisi wilayah ini tidak stabil.

”Nah, potensi-potensi konflik di tengah masyarakat itu tidak bisa kita hindari. Wajib hukumnya ada, tetapi peran negara dengan dukungan pemangku kepentingan, kebijakan berbangsa dan bernegara adalah bagaimana mengelola; kita mencegah dan menghentikan konflik itu,” ucap Murdi.

Baca Juga :  Waka BGN Beberkan Anggaran MBG Rp268 Triliun, 93 Persen Disalurkan Lewat VA

Dia melanjutkan, Konflik eskalasinya bisa bersifat nyata. Dengan kata lain, konflik di tengah masyarakat bisa memuncak hingga perseteruan sampai menuju kekerasan yang memakan korban, struktur sosial ambrol hingga menyebabkan fungsi pelayanan negara terganggu.

”Nah itu memenuhi kriteria konflik yang bersifat manifest. Kalau tidak segera ditangani, bisa meledak,” imbuhnya.

Sementara itu, per September 2024 telah menyelesaikan 12 konflik dengan berbagai latar belakang, seperti masalah sosial dan ekonomi. Kata Murdi, ke-12 konflik tersebut didominasi masalah ekonomi, kemudian politik, dan sosial.

Baca Juga :  Inovasi Tingkatkan Skill Bahasa Inggris, SMAN 1 Pringgarata Gandeng Kampung Inggris Pare 

”Kalau tahun kemarin ada 20-an. Mudahan tidak ada lagi, karena kita sudah ada payung hukum,” ujar Murdi.

Sementara itu, Sekda Loteng, H Lalu Firman Wijaya menyebut, konflik sosial sering menjadi penganggu stabilitas dan menjadi citra buruk perkembangan pariwisata di Loteng. Firman menilai kecendrungan konflik di daerah ini berawal dari permasalahan individu.

”Maka dengan peluncuran dan terbitnya pedoman ini menjadi acuan; Mengungkap konflik sosial itu sebelum membesar, bagaimana pengobatannya, hingga penyelesaiannya,” kata Firman.

Baca Juga :  Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Firman menambahkan, penyelesaian konflik harus memanfaatkan semua simpul, bagaimana tokoh masyarakat hingga dunia pendidikan perlu mendapatkan edukasi tentang demokrasi atau perbedaan pendapat. Selain itu, lembaga-lembaga seperti balai mediasi juga harus aktif berperan dalam penanganan konflik, atau bila perlu konflik bisa diselesaikan dengan mediasi saja.

”Banyak lembaga yang memitigasi penyelesaian konflik di luar pengadilan. Ini yang harus disinkronkan,” ucap Firman.

JB

Share :

Baca Juga

Headline

Jadi Suporter MTQ, Bupati Lombok Tengah Kerahkan Kekuatan Penuh ke KSBKerahkan Kekuatan Penuh

Headline

Bawa Harapan Baru, M Zarwadi Terpilih Pimpin DPC PMKM Prima Lombok Tengah

Hukrim

Sinergi Tiga Pilar! TNI-Polri dan Dishub ‘Amankan’ Pintu Gerbang Wisata Gili di Pelabuhan Bangsal

Hukrim

Sat Resnarkoba Polres Loteng Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Praya Dan Prabar.

Headline

Komandan Brigif Berikan Apresiasi dan Hadiah kepada Prajurit Denma Brigif TP/31/PS dan Yon TP/875/SYP pada Malam Pergantian Tahun 2026

Headline

Heboh! ASN di Lombok Tengah Terlibat Kasus Beras Oplosan Bermerek Palsu

Headline

Kapolres Agus Purwanta Gerakkan Revolusi Mental: Polres Lombok Utara Hentikan Aktivitas Tiap Pagi untuk Indonesia Raya

Headline

Bidpropam Polda NTB Laksanakan Gaktibplin dan Mitigasi di Mako Ditpolairud.