Lombok Tengah, NTB | Mandalika Today — Pemerintah Desa Gemel, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, terus memacu pembangunan desa secara menyeluruh, baik dari sektor infrastruktur fisik maupun pembinaan generasi muda. Berdasarkan laporan langsung dari Kepala Desa Gemel, H. Zakaria, S.Pd., M.Pd., pada Kamis (16/7/2026), sejumlah program strategis yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun hasil kerja sama lintas sektor telah sukses direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat.
Dalam upaya memprioritaskan kemudahan akses bagi para petani dan meningkatkan roda perekonomian warga, Pemerintah Desa Gemel melalui pemanfaatan Dana Desa telah menyelesaikan pembukaan Jalan Usaha Tani (JUT) di dua lokasi strategis. Jalur pertanian di Dusun Bilemantik berhasil dibuka sepanjang kurang lebih 100 meter, sedangkan di Dusun Merobok sepanjang 50 meter. Kedua proyek infrastruktur jalan ini langsung dituntaskan dengan proses pentalutan dan penimbunan tanah urug agar fasilitas tersebut kokoh serta siap dilalui secara optimal. Selain akses jalan, Dana Desa juga dialokasikan untuk menyelesaikan rehabilitasi total gedung Posyandu di Dusun Bunperie guna memaksimalkan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat dusun.
Di sisi lain, semangat gotong royong yang menjadi kekuatan desa turut ditunjukkan melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa Gemel, Kodim Lombok Tengah, dan seluruh lapisan masyarakat. Sinergi ini berhasil membuka Jalan Usaha Tani baru dengan skala yang lebih besar, yakni sepanjang kurang lebih 1 kilometer dengan lebar 3 meter, yang diharapkan mampu memangkas biaya angkut hasil pertanian warga secara signifikan.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan fasilitas umum, H. Zakaria juga menaruh perhatian besar pada bidang pembinaan masyarakat, khususnya untuk membina generasi muda dan anak-anak usia Sekolah Dasar (SD).
Langkah nyata ini diwujudkan dengan menyalurkan bantuan berupa seperangkat alat kesenian tradisional Rudat untuk masyarakat Dusun Montong Kecial, yang meliputi tamburin, gong atau jidur, serta berbagai instrumen pendukung lainnya. Program pembinaan karakter berbasis kearifan lokal ini pun berjalan dengan sangat positif, di mana anak-anak yang dilatih kini telah terampil dan tercatat sudah 4 kali tampil menunjukkan bakat mereka dalam momen kenaikan kelas sekolah maupun acara adat nyongkolan. Melalui keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, serta pelestarian budaya ini, Pemdes Gemel optimis dapat membawa desa menuju kemajuan yang berkelanjutan di tahun 2026.
(HSH)









