Lombok Utara – Suasana unik terjadi setiap pukul 10.00 Wita di Polres Lombok Utara. Seluruh layanan, termasuk administrasi dan pelayanan publik, berhenti total selama beberapa menit. Personel dan warga berdiri tegap, kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Tradisi tersebut mulai dijalankan sejak Januari 2025 dan kini telah menjadi identitas harian Polres Lombok Utara. Kapolres AKBP Agus Purwanta, S.I.K., sebagai penggagas, menyebut langkah ini merupakan dukungan langsung terhadap instruksi nasional mengenai pembentukan karakter dan revolusi mental.
“Kami ingin memulai hari dengan kesadaran bahwa Polri bekerja untuk negara dan masyarakat. Indonesia Raya adalah pengingat paling kuat atas komitmen itu,” katanya.
Agus mengungkapkan bahwa konsistensi adalah tantangan terbesar di awal penerapan. Namun dengan keteladanan serta pembiasaan, seluruh personel kini menjalankannya dengan penuh kesadaran.

Dampaknya pun terasa. Disiplin meningkat, kerja sama tim lebih solid, dan suasana pelayanan menjadi lebih tertib. Warga yang datang mengurus layanan pun justru menunjukkan apresiasi.
“Banyak masyarakat mengatakan momen ini membuat mereka merasa dihargai dan ikut bangga. Kantor polisi bukan hanya tempat layanan, tapi juga ruang edukasi kebangsaan,” ujar Agus.
Kapolres menilai budaya ini penting untuk membangun karakter generasi masa depan Lombok Utara. Ia berharap anak-anak muda bisa belajar bahwa mencintai negara dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Indonesia Raya adalah pemersatu kita semua. Menghormatinya berarti merawat persatuan,” tutupnya.
Dengan langkah ini, Polres Lombok Utara menegaskan komitmennya menjadi pelopor budaya nasionalisme di tingkat daerah.
Pewarta: H. Syamsul Hadi – Mandalika Today









