Polres Loteng Olah TKP Peristiwa Kasus Gantung Diri Di Kecamatan Janapria. - Mandalikatoday




Home / Hukrim

Kamis, 18 April 2024 - 08:01 WIB

Polres Loteng Olah TKP Peristiwa Kasus Gantung Diri Di Kecamatan Janapria.

Polres Loteng Olah TKP Peristiwa Kasus Gantung Diri Di Kecamatan Janapria.

MANDALIKATODAY- LOMBOK TENGAH (NTB) – Polsek Janapria Polres Lombok Tengah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) terkait terjadinya peristiwa penemuan mayat kasus gantung diri salah satu warga Dusun Penutut Desa Pendem Kecamatan Janapria, Selasa (16/4).

Korban gantung diri atas nama Amaq Sawal, Laki-laki, umur 75th, Islam/Sasak, Alamat Dusun Penutut Desa Pendem Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah.

Baca Juga :  Kasus laka lantas di Lombok Tengah masih landai, Kanit Gakkum ingatkan kelengkapan berkendara dan bahaya knalpot brong

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK, melalui Kapolsek Kapolsek Janapria AKP I Wayan Kariana mengatakan Kejadian tersebut diketahui sekitar 07.00 Wita. Menurut keterangan saksi Inaq Nur (keluarga korban) yang curiga bahwa korban tidak ada dirumah saudara Ridwan (anak saudara korban) tempat biasa ia menginap.

“Biasanya korban menginap di rumah anak saudaranya, pas paginya korban sudah tidak ada dirumah tersebut kemudian saudara Ridwan memberitahukan saudari Inaq Nur yang kebetulan masih besan dari almarhum istri korban,” tuturnya.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi Mantan Kades Bilebante Berlanjut.

Merasa cemas, lanjut Kapolsek Inaq Nur kemudian berinisiatif mencari korban kerumahnya. Setibanya dirumah korban Inaq Nur menemukan rumah korban dalam keadaan terkunci, kemudian ia memanggil saudara Kabarudin kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah korban untuk membantu membuka pintu rumah korban dengan cara didobrak.

“Saat masuk mengecek rumah korban mereka menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali nilon warna putih disalah satu kamar,” terangnya.

Baca Juga :  Cegah TPPO, Polsek Batulanteh Berikan Sosialisasi Ke Masyarakat

Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik sajam maupun bekas benda tumpul pada tubuh korban.

Keluarga korban menolak jasad korban untuk dilakukan proses outopsi dengan alasan bahwa keluarga meyakini peristiwa tersebut adalah murni peristiwa bunuh diri.

“Ini murni musibah dan pihak korban menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak untuk di outopsi supaya korban bisa segera disemayamkan dan dimakamkan,” tutupnya.

MT-01

Share :

Baca Juga

Hukrim

Ciptakan Harkamtibmas di Kecamatan Pujut, Polres Lombok Tengah Lakukan Cooling System

Headline

Kondisi Wilayah Jelang Pildes Masih Zona Kuning, Kapolsek Batukliang Himbau Warga Hindari Judi Taruhan Kades

Headline

Polisi Gerak Cepat Bubarkan Aktivitas Balap Liar di Sambelia Setelah Warga Mengadu ke 110

Hukrim

Kapolres Lombok Utara Pimpin Apel Pengamanan Ops Mandalika II Rinjani 2023

Hukrim

Kades dan Kaur Keuangan Berjamaah Tilep Dana Desa, Kini di Kerangkeng Dalam Bui Jeruji Tahanan Mapolres Lombok Tengah

Hukrim

Polres Lombok Utara Sukses Amankan Sidang Pleno KPU Lombok Utara 2024.

Hukrim

Aniaya Korban hingga tewas, seorang remaja diamankan Polisi

Hukrim

Polsek Kayangan Tingkatkan Pengamanan Jelang Buka Puasa