Diduga Ada Pungutan Liar di Puskesmas Lombok Tengah, Minta Aparat Penegak Hukum Tegas.
Mandalikatoday-Lombok Tengah,(NTB) – Adanya indikasi pungutan liar di Puskesmas Lombok Tengah menuai kecaman dari masyarakat. Praktik pungutan liar ini diduga tidak hanya terjadi di puskesmas, tetapi juga di berbagai acara, termasuk hari besar dan kegiatan yayasan milik bupati.
Bahkan, pungutan tidak hanya dilakukan dalam bentuk uang, tetapi juga barang, seperti dulang, yang terakhir kali dilakukan saat syukuran pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Praktik ini dianggap menjijikkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) karena mereka merasa seperti “sapi perah” yang terus-menerus diminta uang atau barang.
Masyarakat Lombok Tengah menilai perilaku ini sangat miris dan tidak mencerminkan pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, mereka meminta agar segala bentuk pungutan kepada ASN segera dihentikan. Pasalnya, gaji ASN tidak terlalu tinggi, sehingga mereka memiliki banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan penggunaan dana yayasan yatim dhuafa yang mencapai miliaran rupiah. Mereka meminta transparansi dalam penggunaan dana tersebut, terutama karena tidak ada badan pengawas yang mengawasi kegiatan yayasan tersebut.
Dalam hal ini, masyarakat meminta aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas tanpa menunggu laporan lebih lanjut. Dengan demikian, praktik pungutan liar dapat segera dihentikan dan pemerintahan yang bersih dapat terwujud.
(JB)









