Tindakan Bupati Lombok Timur Usir pemandu wisata dan Wisatawan Asing: Arogansi Kekuasaan yang Memalukan - Mandalikatoday




Home / Opini

Kamis, 19 Juni 2025 - 09:56 WIB

Tindakan Bupati Lombok Timur Usir pemandu wisata dan Wisatawan Asing: Arogansi Kekuasaan yang Memalukan

Tindakan Bupati Lombok Timur Usir pemandu wisata dan Wisatawan Asing: Arogansi Kekuasaan yang Memalukan

Mandalikatoday-Direktur forum peduli pembangunan dan pelayanan publik (FP4) NTB lalu habiburrahman menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh Bupati Lombok Timur yang telah mengusir seorang pemandu wisata asal Lombok Tengah bersama tamunya yang merupakan wisatawan asing. Tindakan ini tidak hanya menunjukkan sikap arogan dan tidak beretika sebagai seorang pemimpin daerah, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Lombok di mata dunia internasional.

Baca Juga :  Pesan Mendalam Dr. Dewa Wijaya: Mengapa Kita Tak Boleh Berekspektasi Terlalu Tinggi pada Siapapun.

Sikap semacam ini sungguh jijik memalukan ditengah upaya promosi wisata oleh warga lokal, Bupati Lombok Timur justru menunjukkan wajah kekuasaan yang otoriter dan eksklusif. Ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang yang tidak bisa dibenarkan dalam konteks apa pun, apalagi di tengah upaya kolektif membangkitkan sektor pariwisata pascapandemi.

Tindakan ini juga berpotensi menyulut konflik internal antardaerah, memperkeruh hubungan antara masyarakat Lombok Timur dan Lombok Tengah yang selama ini hidup berdampingan.

Baca Juga :  DPRD Hilang Taring , Sewa Mobil Rp14 Miliar, Proyek Mangkrak, PLH Sekda Rangkap Jabatan Garda Satu: Ada Apa dengan Tata Kelola Pemprov NTB.

Seorang kepala daerah seharusnya menjadi pengayom, bukan pengusir. Seharusnya membuka ruang kolaborasi, bukan membangun tembok penghalang. Seharusnya mendorong kemajuan bersama, bukan menciptakan ketegangan horizontal imbuhnya

Habiburrahman menilai, Bupati Lombok Timur telah gagal memahami esensi kepemimpinan yang adil dan bijaksana. Ia telah mempertontonkan sikap yang tidak layak dari seorang pemimpin publik. Untuk itu, kami mendesak agar:

1. Bupati Lombok Timur segera menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Lombok Tengah, khususnya komunitas pariwisata.

Baca Juga :  Praktisi Soroti Diamnya Buku Tanah: Masyarakat Butuh Kepastian, Bukan Spekulasi

2. Gubernur NTB mengevaluasi serius tindakan ini agar tidak menjadi preseden buruk di masa depan.

3. Semua pemangku kepentingan pariwisata NTB memperkuat koordinasi lintas wilayah untuk mencegah gesekan serupa.
Terakhir habiburrahman mengingatkan bahwa Lombok adalah satu pulau, satu identitas, satu semangat. Jangan biarkan ego dan arogansi segelintir pemimpin mencabik keharmonisan yang telah lama terjaga.

(JB)

Share :

Baca Juga

Opini

ARB Soroti Lemahnya Implementasi Aturan, Desak Pemkab Loteng Wajibkan Ritel Modern Serap Produk UMKM

Opini

SPPG Labulia Jonggat, Yayasan Ishlahil Athfal Tidak Layani Siswa TK/PAUD/RA, Efisiensi dan Efektivitas Program MBG Dipertanyakan Sekertaris Pemerhati Desa.

Opini

Divisi Kajian dan Pemetaan Kawal NTB Sukron, Soroti Proyek Median Jalan Perkim Terkesan Siluman.

Opini

DPRD Hilang Taring , Sewa Mobil Rp14 Miliar, Proyek Mangkrak, PLH Sekda Rangkap Jabatan Garda Satu: Ada Apa dengan Tata Kelola Pemprov NTB.

Headline

Kasus Dana Siluman DPRD NTB: Sasaka Nusantara Mendesak Kejati NTB Untuk Segera Tindaklanjuti

Opini

Hidup bagaikan roda yang tiada Henti berputar

Opini

Hidup Bukan Tentang Siapa yang Terbaik, Tapi Siapa yang Berbuat Baik .

Opini

Ketum Deklarasi NTB Akan Laporkan 13 Kades Se-Kecamatan Jonggat Ke Kajari Lombok Tengah Terkait Penyalah Gunaan Dana Desa Tahun 2022-2024.