Lombok Tengah, NTB | Mandalika Today — Komitmen terhadap pendidikan inklusif dan layanan kesehatan di sekolah kembali ditunjukkan melalui peletakan batu pertama pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SLB Negeri 2 Lombok Tengah, Rabu, 23 Juli 2025.
Bertempat di lingkungan sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 60 are—dengan 54 are yang efektif digunakan—peletakan batu pertama ini menjadi simbol awal revitalisasi fasilitas pendidikan untuk siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Khusus Provinsi NTB, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, komite sekolah, serta para guru dan siswa.
Dalam sambutannya, Kepala SLBN 2 Lombok Tengah menegaskan bahwa pembangunan ruang UKS merupakan bagian integral dari perhatian pihak sekolah terhadap kondisi kesehatan peserta didik.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kami tidak hanya belajar dalam suasana yang nyaman, tetapi juga aman secara kesehatan. UKS ini menjadi harapan besar untuk memperkuat layanan pertolongan pertama dan pembinaan perilaku hidup sehat,” ujarnya penuh semangat.
Proyek pembangunan ini tidak berdiri sendiri. Melalui dukungan penuh Direktorat Jenderal Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SLB Negeri 2 Lombok Tengah tahun ini mendapatkan paket revitalisasi satuan pendidikan berupa pembangunan ruang kantin, ruang UKS, serta rehabilitasi empat ruang kelas. Total anggaran yang dikucurkan melalui dana APBN Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp 963.930.000.
Empat ruang kelas yang akan direhab nantinya disiapkan untuk menampung empat rombongan belajar (rombel), sebagai bagian dari peningkatan kualitas sarana pembelajaran.
Ruang UKS yang dibangun direncanakan dilengkapi fasilitas dasar seperti ruang periksa, tempat tidur perawatan, alat P3K, dan perlengkapan sanitasi dasar. Proyek ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga bulan.
Komite sekolah yang turut hadir dalam acara ini juga menyampaikan harapan besar agar fasilitas UKS ini tidak hanya dimanfaatkan saat darurat, tapi juga menjadi pusat edukasi hidup sehat bagi para siswa.
“Kami berharap Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Desa Penujak bisa bersinergi untuk memberikan pelayanan medis rutin setidaknya dua kali dalam sebulan kepada para siswa disabilitas di sekolah ini,” ungkap perwakilan komite, Lalu Khaili.
Dengan terobosan pembangunan ini, SLBN 2 Lombok Tengah tidak hanya mencetak prestasi dalam bidang pendidikan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan sekolah yang ramah dan sehat bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
(HSH)









