Dominasi TKA di Mandalika: Alarm dari SPN–KSPI NTB untuk Masa Depan Pekerja Lokal - Mandalikatoday




Home / Headline / Wisata

Jumat, 15 Agustus 2025 - 00:37 WIB

Dominasi TKA di Mandalika: Alarm dari SPN–KSPI NTB untuk Masa Depan Pekerja Lokal

Lombok Tengah, NTB | Mandalika Today — Di balik gemerlap promosi internasional dan gegap gempita event balap dunia, ada kenyataan yang mulai mengusik: dominasi tenaga kerja asing (TKA) di posisi strategis sektor pariwisata Mandalika. Pernyataan Kepala Disnakertrans Lombok Tengah yang mengakui fakta ini sontak memantik respons keras dari Ketua DPD SPN NTB sekaligus Pimpinan Daerah KSPI NTB, Lalu Wira Sakti.

 

Padahal, menurut regulasi—UU No. 13 Tahun 2003 junto UU No. 6 Tahun 2023, serta Permenaker No. 8 Tahun 2021—TKA hanya boleh dipekerjakan untuk jabatan tertentu yang keahliannya belum dimiliki tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Suara Pekerja Lokal yang Terabaikan: SPN NTB Soroti FORNAS VIII dan Dugaan Pelat Bodong

 

“Bukan hanya soal aturan, tapi soal masa depan. Jika TKA dibiarkan mendominasi tanpa ada transfer keahlian, kita sedang membiarkan generasi kita hanya jadi penonton di panggungnya sendiri,” ujar Lalu dengan nada tegas.

 

SPN dan KSPI NTB menyoroti lemahnya pengawasan terhadap Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Mereka khawatir tanpa evaluasi ketat, Mandalika akan menjadi “ladang subur” bagi pekerja asing, sementara warga Lombok Tengah dan NTB sekadar mendapat posisi rendahan.

Baca Juga :  Lombok Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

 

Menurut Lalu, solusinya jelas: prioritas rekrutmen harus diberikan kepada pekerja lokal yang dibekali pelatihan berstandar internasional. Pemerintah daerah dan pelaku usaha harus duduk bersama menyusun roadmap pengurangan ketergantungan pada TKA, lengkap dengan target waktu dan mekanisme evaluasi.

Baca Juga :  Sejarah SPN NTB di Bawah Kepemimpinan Lalu Wira Sakti

 

Alarm ini bukan sekadar retorika. Data Disnakertrans sendiri mengindikasikan kecenderungan meningkatnya jumlah TKA di sektor pariwisata setiap tahun sejak KEK Mandalika beroperasi penuh. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin masyarakat lokal hanya akan menjadi “penonton di rumah sendiri” ketika Mandalika bersinar di mata dunia.

 

Pertanyaannya kini, siapa yang akan berani mengambil langkah konkret sebelum Mandalika benar-benar kehilangan kendali dari tangan anak daerah?

(HSH)

Share :

Baca Juga

Headline

Pemerintah Pusat Resmi Bentuk Satgas Premanisme dan Ormas Meresahkan

Headline

Kapolres Loteng Dampingi Kapolda NTB Launching Gugus Tugas Polri Dukung Ketahanan Pangan.

Headline

Kasus Dana Siluman DPRD NTB: Sasaka Nusantara Mendesak Kejati NTB Untuk Segera Tindaklanjuti

Headline

Haru Biru di Desa Jago: Muhammad Azri Raih Mandat BPD 2026-2034, Serukan Persatuan Pasca Pemungutan Suara

Wisata

Sadar Wisata, Dandim Loteng Inisiasi Pelatihan Bahasa Inggris Dan Teknik Pemandu Wisata

Headline

AMSI NTB Kecam Pihak SMAN 1 Pringgarata, Sebut Media Menyebarkan Hoax

Headline

Kunjungi Kodim Loteng, Danrem 162/WB Tekankan Prajurit Dan Babinsa Tangkap Pengedar Maupun Pemakai Narkoba.

Headline

Kapolda NTB Ajak Semua Pihak Wujudkan Pilkada 2024 Aman dan Kondusif