Wakil Bupati Lombok Tengah Sambut Baik Aksi Unjuk Rasa Guru Honorer Non Database. - Mandalikatoday




Home / Polemik

Kamis, 8 Januari 2026 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Lombok Tengah Sambut Baik Aksi Unjuk Rasa Guru Honorer Non Database.

Wakil Bupati Lombok Tengah Sambut Baik Aksi Unjuk Rasa Guru Honorer Non Database.

Mandalikatoday-Lombok Tengah,(NTB) – 715 Guru honorer non Database menggelar aksi unjuk rasa di depan halaman kantor Bupati Kabupaten lombok tengah dan disambut langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M Nursiah Pada Rabu 07/01/2026.

Wabup Nursiah, menyampaikan Apresiasi atas penyampaian Aspirasi yang dilakukan para ratusan guru didik secara terbuka dan tertib.

HM. Nursiah menegaskan bahwa Pemutusan kontrak guru honorer non database ini, bukan kebijakan Pemerintah Daerah Lombok Tengah dan keputusan ini murni Kebijakan dari Pemerintah Pusat,”katanya.

Baca Juga :  SBMI Lombok Tengah Datangi Disnakertrans Sampaikan Berbagai Permasalahan PMI

Kami di daerah tidak memiliki Kewenangan penuh. Hal Ini bukan kebijakan daerah, melainkan kebijakan pemerintah pusat. Kami hanya menjalankan perintah saja,” jelasnya.

Wakil Bupati memastikan Aspirasi 715 para guru honorer akan ditampung dan disampaikan Kepada pemerintah pusat.

Dan aspirasi ini akan kami Sampaikan ke pemerintah pusat, melalui gubernur, dan ditembuskan Kemen PAN-RB,” Katanya.

Tentu Aksi unjuk rasa ratusan guru tersebut sebagai protes yang Pemutusan kontrak kepada 715 Para guru honorer yang dirumahkan.

Dalam aksi demo tersebut, massa Membawa sejumlah spanduk sebagai tuntutan, mendesak Pemerintah Daerah agar Memberikan kejelasan status serta Mempertahankan guru honorer non Database untuk tetap mengajar di Sekolah masing-masing.

Baca Juga :  Ketua Koni M.SQ Resmi Melaporkan Oknum Panitia Musorkab Yang Diduga Palsukan Stempel ke Mapolres Lombok Tengah.

Salah satu perwakilan massa aksi, Wildan, menegaskan bahwa Kedatangan kami para guru honorer ini bertujuan meminta kebijakan Konkret dari Bupati Lombok Tengah Agar tidak merumahkan para guru yang sekian lama mengabdi dan mengajar untuk mencerdaskan anak bangsa,” pintanya.

Dan saat ini ada 715 guru honorer non database yang terancam dirumahkan. ” Wahai para pemangku kebijakan, Pemerintah daerah Bupati dan Wakil Bupati Kami sudah mengabdi bertahun-tahun dengan gaji yang sangat minim. Sekarang justru kami terancam kehilangan pekerjaan,” Tegas Wildan di hadapan massa.

Baca Juga :  Lewat Patroli Dialogis, Polsek Bayan ajak Peran Aktif masyarakat jaga Kamtibmas

Ia menilai kebijakan ini sangat tidak Adil, mengingat peran Guru honorer Selama ini sangat Vital dalam Menunjang proses belajar mengajar di sekolah-sekolah, khususnya di Daerah Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam aksi tersebut, massa secara tegas menyampaikan tuntutan agar tidak ada satupun guru honorer yang dirumahkan dan meminta Pemerintah Daerah mencarikan Solusi kongkret yang berpihak pada Nasib tenaga pendidik yang sekian Tahun mengabdi di Daerah untuk Bangsa dan negara,” Tutup LWH.

(Jb)

 

 

‎

Share :

Baca Juga

Headline

Dipersulit Buka Rekening Perusahaan, Calon Nasabah Laporkan Bank NTB Syariah Cabang Masbagik ke Ombudsman

Polemik

Sasaka Nusantara NTB Surati Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto Ultimatum: Minta Tuntaskan Kasus Dana Siluman DPRD Provinsi NTB Sampai Tuntas

Polemik

M.SQ Terpilih Kembali Secara Aklamasi Musorkab KONI Loteng 2025.

Polemik

Dir GPAN Angkat Bicara Tekait Alasan Kapolda Potong Fita Resmikan Kampung Narkoba Desa Beleka Jadi Desa Bebas Narkotika.

Polemik

Pernyataan Wabup Lotim soal Satgas dan Pemda Dinilai ngawur

Polemik

Desakan Pencabutan Izin Konsesi Hutan PT Shadana Arifnusa di Lombok Tengah Karena Pelanggaran Kewajiban dan Komitmen

Headline

Janji Pemerintah Tak Kunjung Terpenuhi, Puluhan Warga Desa Puncak Jeringo Suela Jadi Penghuni RTLH

Polemik

Kasus Dana Siluman 15 Oknum Dewan Provinsi Mati Suri: Ketum Amarah NTB  Minta Kajati Kembalikan Dana Siluman Oknum Dewan.