ARB Soroti Target PAD Rp900 Miliar Lombok Tengah: Tanpa Reformasi Total, Mustahil Tercapai.
Mandalikatoday-Lombok Tengah,(NTB) — Lembaga Arah Reformasi Bersuara (ARB) menanggapi tajam terhadap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Tengah yang harus di genjot hingga Rp900 miliar Oleh DPRD loteng. ARB menilai target tersebut sulit direalisasikan jika pemerintah daerah masih mempertahankan pola pengelolaan lama yang dinilai tidak efektif.
Dalam keterangannya, Ketua Umum ARB Lalu Eko mihardi menyebut lonjakan target hampir dua kali lipat dari capaian saat ini bukan sekadar membutuhkan kerja keras, tetapi **perubahan sistem secara menyeluruh**.
“Ini bukan soal optimisme. Kalau sistemnya tidak dibenahi, target Rp900 miliar hanya akan menjadi angka di atas kertas,” ujar Lalu Eko
Menurutnya, persoalan utama yang selama ini menghambat peningkatan PAD terletak pada tiga hal krusial: kebocoran pajak daerah, lemahnya basis data wajib pajak, serta minimnya penegakan hukum terhadap pelanggaran.
Sektor-sektor strategis seperti hotel, restoran, dan parkir disebut masih menyimpan potensi kebocoran yang cukup besar. Di sisi lain, data objek pajak dinilai belum akurat dan belum terintegrasi antar instansi, sehingga menyulitkan optimalisasi pendapatan.
Lalu Eko juga menyoroti lemahnya tindakan tegas terhadap wajib pajak yang tidak patuh. Kondisi ini dinilai menciptakan ketidakadilan dan menurunkan tingkat kepatuhan secara keseluruhan.
Untuk itu, Ketum ARB mendorong pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret, mulai dari penerapan sistem pajak digital secara menyeluruh hingga audit terbuka terhadap potensi kebocoran PAD. Selain itu, penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan tarif retribusi dinilai sebagai langkah yang tidak bisa dihindari jika ingin mengejar target ambisius tersebut.
“Kalau tidak berani mengambil langkah tegas, termasuk yang tidak populer, maka jangan berharap PAD bisa melonjak signifikan,” tegas Lalu eko
Di sisi lain, ia menilai potensi besar sektor pariwisata di Lombok Tengah, khususnya kawasan Mandalika, belum dimanfaatkan secara optimal. Aktivitas ekonomi yang tinggi di kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya berkontribusi terhadap peningkatan PAD.
“Pariwisata berkembang pesat, tetapi kontribusi ke PAD belum sebanding. Ini menunjukkan ada masalah dalam tata kelola,” ujarnya.
Lalu eko menegaskan bahwa kunci pencapaian target PAD Rp900 miliar terletak pada keberanian pemerintah daerah dalam melakukan akselerasi pendapatan, reformasi kebijakan, serta perluasan basis pajak secara nyata dan terukur.
Tanpa itu,target tersebut hanya akan menjadi wacana tanpa realisasi yang jelas, ” Katanya.









