Terkait Rona Rona Di Labulia, Anggota BPD Angkat Bicara
Mandalikatoday-Lombok Tengah,(NTB) – Terkait pro dan kontra atas adanya Rona Rona didusun Sulin Desa Labulia Kecamatan Jonggat yang dibicarakan oleh warga karena Lokasi Rona Rona yang dekat dengan Masjid dan dianggap mengganggu kenyamanan warga yang menjalakan ibadah Sholat, Taraweh dan Tadarrusan anggota BPD Dusun Sulin Lalu Hery bersuara.
“Menurut Lalu Hery, terkait kegiatan Rona Rona itu sama sekali Ia tidak tau menau, sebab dirinya selaku anggota BPD dusun setempat tidak pernah diajak musyawarah baik oleh Kadus atau Kades apalagi dengan Pemilik Rona Rona,”katanya.
“Saya tidak tau apa apa, tidak ada sama sekali dia menghargai saya selaku anggota BPD Dusun setempat baik oleh Kadus atau Kades tiba tiba ada Rona Rona,” Sesalnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya tau akan ada Rona Rona dari grup remaja Sulin, dan setelah Ketua Remaja datang menemuinya untuk meminjam lokasi untuk digunakan sebagai lahan parkiran.
Lebih lanjut Lalu Hery, mengatakan pertemuakan Saya dengan Kadus atau Kades, kapan dan dimana Ia pernah adakan musyawarah bersama anggota BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Dusun Sulin atau dengan Pengelola Rona Rona terkait adanya rona rona tersebut.
“Tidak pernah musyawarah bersama Anggota BPD Sulin, Toga, Toma, Ia hanya bicarakan dengan ketua RT” tegasnya.
“Sementara kegiatan Rona Rona tersebut ijin keramaiannya sudah keluar dari Polres Loteng dengan No. SI/8/III/YAN 2.1/2024/Sat Intelkam. Ijinnya Dalam rangka kegiatan Bazar rakyat, UMKM, Ekonomi kreatif dan permainan anak anak ( Rona Rona) selama dari tanggal 15 Maret sampai dengan 19 April 2024 yang dimohonkan oleh UD. Berkah Jaya Abadi Interprise.
Pemilik UD. Berkah Jaya Abadi Interprise, Abdullah yang dikonfirmasi media melalui WhatsApp (17/3) menjelaskan Walaikummusalam wr wb
Ampure kalo pelunguh mau wawancara
Ampure tiang tidak tau apa apa,
ampure kalo pelunguh mau wawancara langsung saja pelunguh komunikasi sama Andi Kadus Tandek sanak
“Ampure ngeh sanak
rona2 Niki tiang sampun serahkan sama andi Kadus Tandek sanak” jawabnya singkat.
Bhabinkamtibmas Desa Labulia Lalu Akim yang dikonfirmasi media menjelaskan, awalnya dirinya juga tidak tau apa apa, tiba tiba ada Rona Rona sebab tidak pernah diberitahukan baik oleh Kadus atau Kades.
“Saya tidak tau apa apa, justru nanti ada komplin dari warga terkait besarnya suara music dari rona rona yang menggangu kenyamanan warga shalat, Dan langsung saya turun ke Lokasi untuk menegur pengelola agar mematikan musik nya karena warga lagi taraweh,” pungkasnya.
MT-01









