Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah di Istana Negara, Rombongan Pejabat Pemkab Loteng Hadiri Pelantikan.
Mandalikatoday-Lombok Tengah,(NTB) – Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah di Istana Negara di Jakarta, Sekda Lombok Tengah Utimatum Pejabat menyaksikan Pelantikan Bupati Wakil Bupati.
Meski Sudah mendapatkan larangan berangkat ke Jakarta untuk Menyaksikan pelatikan Kepala Daerah yang berlansung hari itu, sejumlah pejabat eselon II dan III bandel tak Menghiraukan himbauan tersebut.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya Pada pelaksanaan malam Puncak Bau Nyale pada Rabu (19/02) kemarin, Menegaskan akan Mengevaluasi dan Memberikan teguran keras Kepada pejabat Eselon II dan III akibat tak Menghadiri acara penting tahunan di Kabupaten Lombok Tengah.
“Nanti kita evaluasi, sudah ada petugas yang mencatat kita akan tegur,” tegasnya.
“Sementara itu, Kabid Komdigi lombok Tengah H. Iswandi Hairil Ramen. Mengatakan tidak ada Pejabat yang berangkat ke Jakarta menghadiri acara Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati.
Bahkan Sekda tegas mengatakan, dan melarang Pejabat ke Jakarta Menyaksikan Pelantikan Kepala daerah tersebut. Dan saya tegaskan tidak ada pejabat yang pergi menyaksikan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah di jakarta,” Jelasnya.
“Hal tersebut mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, Salah satunya Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak (Ampes). “Kita sangat sayangkan keberangkatan para pejabat untuk menghadiri pelantikan lebih diutamakan dari pada acara tahunan Bau Nyale”, ucap Ketua Ampes, Lalu Subadri.
“Sambung Subadri, Negara Sedang menggalakkan Efisiensi untuk anggaran yang tidak terlalu penting, malah pejabat di Lombok Tengah pergi untuk Menghadiri pelantikan Kepala Daerah tersebut
“Apakah pejabat-pejabat tersebut diundang oleh istana? dan dana apa yang digunakan oleh para pejabat tersebut apakah SPPD atau apa?,” tanyanya.
Ia mengatakan, Kalau menggunakan SPPD maka tidak sejalan dengan apa yang sedang dilakukan oleh pemerintah pusat tentang efisiensi anggaran.
Lebih jauh Ia menuding pejabat-pejabat tersebut meninggalkan tugas yang jauh lebih penting di Lombok Tengah. “Kita lihat saja kemarin di malam puncak Bau Nyale, semestinya ikut dimeriahkan malah pejabat sedikit yang hadir,” ungkapnya.
(Jb-Mt)









