Amaq Ketujur Angkat Bicara Terkait Dugaan Bayar Cabor Rebut Ketua Koni Dengan Jabatan Kekuasaan Selaku Sekda Lombok Tengah.
Mandalikatoday-loteng,(NTB) – Diamnya Bupati Loteng Soal Kisruh KONI merupakan sikap buruknya komunikasi pemimpin dan rakyatnya.
Awal awal isu majunya Sekda L Firman sebagai Calon Ketua KONI selalu mengatakan saya akan maju jika ada perintah atau izin bupati di beberapa media .
Itu menandakan bahwa jabatan organisasi di Loteng memag sudah di niatkan di kapling kapling penguasa dan orang orangnya
Rumors lain Dari KTI, PMI bahkan KNPI sudah di siapkan para timses untuk menempati pucuk pimpinan entah apa maksudnya padahal organisasi nir laba ini harusnya di kelola dengan Profesional dan akutable serta Memperhatikan track record Kemampuan para calon tersebut.
Kembali ke soal KONI, karena yang berhasrat ini penguasa tentu akan menimbulkan gesekan juga antar penguasa,” tutur Amaq Ketujur Via WhatSap Group Pitstop Mata dini hari Jum’at 18/4/2025.
Apalagi soal ini ternyata berkaitan dengan konstestasi 2029 mendatang.
Baru 3 bulan Paket pathul Nursiah di lantik sudah ada yang genit mempersiapkan 2029 sebagai calon Bupati. ,Tanpa malu-malu menyiapkan diri dengan modal managernya dia berangan-angan akan dapat Menggunakan APBD sebagai dana kampanyenya seperti yang biasa terjadi.
“Konon 4 sampai 5 OPD sudah di doktrin agar patuh padanya.
Situasi ini ternyata tercium oleh Wabup dan tim timnya , over acting dan melampaui wewenang ini tentu membuat sang doktor tersinggung bahkan wajar jika marah,”Ucap Amaq Ketujur.
“Karena Birokrasi yang Seharusnya di kelola dengan baik terlihat hanya untuk kepentingan Pribadi dan kelompoknya bahkan Amburadul dan tidak terurus.
Kritik di media sosial dan aksi aksi terjadi karena managernya malah ngurusin hal hal yang Seyogyanya bukan urusan dia.
Jika kondisi ini terus terjadi ego dan ambisi rakus terus menjadi jadi, maka Loteng dalam waktu tidak lama lagi akan terjun bebas dalam kondisi yang parah,”katanya.
Laporan demi laporan menghiasi laman informasi di instasnsi APH menandakan bahwa warning terhadap pemerintahan Pathul – Nursiah karena ulah pembatu pambatunya yang rakus atau bisa jadi ini sengaja di biarkan untuk mengalihkan isu tidak adanya program program pro rakyat yang mampu di hadirkan di periode ke 2 kepemimpinan mereka,
Kita lihat saja sejauh mana mereka bisa bertahan dengan kondisi yang miris dan tidak polulis ini,” tutup Amaq Ketujur
“Sementara itu di Kompirmasi Mandalikatoday.com L.Firman Wijaya menanggapi komentar Amaq Ketujur yang di rilis di Grup Pitstop mata, Iya Mengatakan itu hanyak Pendapat dia Amaq Ketujur Dik.
( Jb)









